KANALNEWS.co, Labuan Bajo – Menteri ESDM Ignasius Jonan resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 Megawatt (MW) di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/4).

Manfaat dari beroperasinya PLTMG MPP Flores antara lain untuk meningkatkan pasokan listrik di sistem kelistrikan Manggarai yang mampu memasok listrik untuk ± 23.148 pelanggan rumah tangga 900 VA dan meningkatkan rasio elektrifikasi di pulau Flores.

Selain itu, Jonan juga meresmikan 2 transmisi (SUTT) dan 3 Gardu Induk (GI), yakni:

1. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kiloVolt Labuan Bajo –  Ruteng

2. Gardu Induk (GI) Labuan Bajo

3. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kiloVolt Ruteng – Ulumbu

4. Gardu Induk Ruteng

5. Gardu Induk Ulumbu

“Pembangunan PLTMG Flores 20 MW ini sebagai bukti pemerintah mendorong penggunaan gas, dan mengurangi penggunaan minyak, karena biaya produksi nya bisa jauh lebih murah, menghasilkan potensi penghematan bbm senilai 10 Milyar rupiah, dengan BPP murah tentu akhirnya akan berpengaruh kepada efisiensi dan ujungnya pada tarif,” Kata Jonan.

Peresmian ini disaksikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM FX. Sutijastoto, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Dirreg JTBN) PLN Djoko R. Abumanan, Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Josef Nai Soi, serta Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula. Peresmian infrastruktur ketenagalistrikan ini juga dihadiri oleh Kepala Suku, Tokoh Masyarakat, dan warga setempat.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Josef Nai Soi sangat mengapresiasi kinerja pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dan PLN.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada semua pihak terutama ESDM dan PLN, pembangunan kelistrikan ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan geliat ekonomi di Labuan Bajo khususnya, dan NTT pada umumnya,” kata Josef Nae Soi.

Sementara Dirreg JTBN Djoko Abumanan mengatakan bahwa selain melalui pembangunan ini, PLN juga akan memberikan sambungan listrik gratis untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di NTT.

“Dengan 1.168.785 rumah tangga (RT), provinsi NTT memiliki Rasio Elektrifikasi (RE) 71% hingga Maret 2019, disamping melalui pembangunan ini, untuk mencapai target rasio elektrifikasi sebanyak 90% pada 2019, PLN memberikan bantuan sambung listrik gratis bagi 11.000 Kepala Keluarga di NTT dan membangun PLTS Komunal di 11 lokasi tersebar di NTT.” Kata Djoko.

Adapun sistem kelistrikan Wilayah Nusa Tenggara Timur dibagi menjadi 2, yaitu Sistem Kupang dan Sistem NTT Isolated yang terdiri atas 14 sistem kecil per tanggal 7 April 2019.

1.            Sistem Kupang

o             Daya Mampu     : 112,22 MW

o             Beban Puncak   :   86,50 MW

o             Cadangan            :   25,72 MW

 

2.            Sistem NTT Isolated

o             Daya Mampu     : 82,13 MW

o             Beban Puncak   : 70,66 MW

o             Cadangan            : 11,47 MW

Dijarapkan melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan di NTT ini, dapat memperkuat pasokan dan kehandalan sistem kelistrikan Wilayah NTT, meningkatkan rasio elektrifikasi, dan geliat ekonomi di NTT semakin tumbuh.(Mul)