KANALNEWS.co, Bogor – Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Jobi Triananda Hasjim, menegaskan, PGN adalah perusahaan terbuka (Tbk) yang, sahamnya 53 persen saham dimiliki pemerintah dan sisiasanya  47 persen saham dimiliki oleh masyarakat.

Jobi Trinanda Hasjim menyatakan hal itu ketika beramah-ramah bersama peserta Media Gathering PGN tahun 2017 yang berlangsung di The Highland Park, Bogor, Jawa Barat, 10 – 11 Nopember 2017 baru lalau.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan distribusi gas bumi, kata Jobi, PGN terus berupaya untuk pemenuhi gas bumi domestik.  “PGN terus berkomitmen peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peran besarnya antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemenuhan gas domestik,” katanya.

Menurutnya, selain meningkatkan penyaluran gas bumi sebagai prioritas dalam pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, PGN juga melalui anak-anak perusahaannya, terus memperkuat struktur usaha melalui pengembangan investasi.

“Salah satunya adalah PT Saka Energi Indonesia, anak perushaan PGN Tbk yang bergerak di bidang eksploitasi, eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi,” kata Jobi Triananda Hasjim.

Produksdi Saka Energi berkisar 30 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), ini berasal dari delapan blok migas yang dimiliki oleh anak perusahaan PGN, di antaranya,  Blok Pangkah.

Selain itu, produksi Saka berasal dari blok Ketapang dan blok South East Sumatera, dan sisanya, berasal dari blok shale gas di Amerika Serikat.

Jobi menambahkan, pada 2014, PGN mengakuisisi 36% hak partisipasi Blok Shale Gas Fasken di Amerika Serikat dari Swift Energy yang mampu memproduksi gas hingga 150 MMSCFD).

Sehingga pada saat ini, Saka Energi Indonesia yang komandani Chief Operation Officer, Tumbur Parlindungan, memberi kontribusi produksi sekitar 14 ribu barel setara minyak per hari (boepd) yang terdiri dari gas 53 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan minyak di kisaran 4.500 barel per hari.

Mengakhiri perbincangnannya, Jobi Triananda Hasjim yang bergambung di PGN pada 4 Mie 2017 menggantikan Hendi Prio Santoso, mengaku bangga berada di PGN sebagai perusahaan Tbk. Karena, menurutnya, di perusahaan Tbk menuntut seseorang pimpinan untuk menjalankan profesionalme yang tinggi dan selalu bertindak secara tranasparan.

“Jadi, semuanya tranasparan kepada publik dan tidak ada yang perlu ditutup tutupi. Tapi, walau demikan memang ada hal-hal tertentu yang tidka bisa dibuka di muka umum. Ini atas kesepakatan dengan para pemegang saham dan kami harus menghargai kesepaktan itu,” pungkasnya. (mulkani)