KANALNEWS.co, Jakarta – Pemerintah mewacanakan impor gas untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri yang kiat meningkat dari waktu ke waktu.

Ketua Unit Pengendalian Kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Widyawan Prawiraatmaja, mengatakan, industri yang membutuhkan gas di antaranya sektor kelistikan.

“Bayangkan, sektor kelistrikan yang akan menggunakan adalah 35.000MW; 11.000MW – 12.000 MW, ini akan menggunakan gas. Perkiraan kasar,  total kebutuhan gas listrik mencapai  1,2 MMSCF,” kata Widyawan di Jakarta, Kamis (9/4).

Menurutnya, solusi yang tepat untuk mengatasi kebutuhan gas domestik yang sudah sangat mendesak itu adalah dengan cara mengimpor gas. “Ya, impor gas masih wacana, memang. Tapi, kalau dihubungkan dengan kebutuhan gas dalam negeri, maka ini (impor gas) tak tertutup kemungkinan akan terjadi,” tambahnya.

Sebagai gambaran, kata Widyawan, alokasi gas untuk domesti sebesar 55 persen, sisanya 45 persen diekspor. Dari angka 55 persen, itu 1,3 persennya telah dialokasikan untuk sektor kelistrikan.

“Bisa dikalkulasi, dari 55 persen tadi, 1,3 persen diperuntkan  untuk pasokan pembangkit listrik PLN. Lalu, pertanyaannya, dari mana lagi untuk umum dan industri yang lainnya…mau tak mau harus impor,” punkasnya. (Mulkani)