KANALNEWS.co – Jakarta, Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Esthy Reko Astuty mengatakan. Indonesia akan merebut segmen pasar wisatawan asal Eropa salah satunya dengan menjadi Negara Mitra Resmi (official partner country) pameran pariwisata terbesar dunia Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin, Jerman, pada Maret 2013.

“Salah satu upaya pemerintah di Indonesia untuk merebut pasar Eropa adalah dengan menjadi Negara Mitra Resmi ITB Berlin 2013,” ujar Esthy, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/1/2013).

Menurut Retno, pada 2013, Indonesia telah secara resmi menjadi Negara Mitra Resmi untuk ITB Berlin. Hal itu sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara ASEAN pertama yang menjadi tuan rumah pasar perjalanan terkenal di dunia.

“Ini merupakan peluang besar yang akan kita gunakan secara maksimal untuk meningkatkan jumlah wisatawan dari negara-negara Eropa”, katanya.

Selain itu, Esthy juga mendorong wisatawan dari Eropa untuk tidak hanya pergi ke destinasi wisata utama dan terkenal seperti Bali tetapi juga untuk menjelajahi daerah-daerah lain di Indonesia.

“Oleh karena itu kita akan menggencarkan promosi wisata destinasi potensial yang lain misalnya Sumatera, Jawa, Lombok, Flores, Kalimantan, Sulawesi atau Papua,” katanya.

Sebab pihaknya meyakini destinasi lain di Indonesia akan menawarkan pengalaman yang berbeda dan suasana yang sebaik atau bahkan lebih baik dari Bali.

Namun, Esthy menyadari masalah konektivitas dan aksesibilitas tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia saat ini.

Ia berjanji untuk mempererat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan sektor pendukung lainnya agar pariwisata Indonesia semakin maju.

“Kami juga berharap wisatawan asing tidak hanya datang ke Indonesia mencari keindahan alam, tetapi juga untuk ekonomi kreatif. Dalam hal kreativitas banyak hal yang bisa kita tawarkan. Musik, kerajinan, kuliner, fesyen yang terkenal dan menginspirasi tren global,” tandasnya.

 

Penulis : Dara Lidya

Editor : Herwan Pebriansyah