KANALNEWS.co, Jakarta – Terkait rencana pemerintah untyuk menghapus tiket penerbangan murah membuat khawatir sejumlah pihak terutama yang bergerak di bisnis wisata. Tarif tiket murah yang ditawarkan maskapai penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) dinilai cukup menguntungkan masyarakat kelas menengah serta wisatawan plesiran berbiaya rendah (backpacker) untuk mengeksplorasi wisata Indonesia.

“Jelas sangat merugikan apalagi untuk backpacker seperti saya,” kata Diana Fitrisari, pekerja lepas yang gemar jalan-jalan yang mengaku akan cukup dirugikan apabila tiket pesawat murah akan dihapus.

Menurutnya tiket pesawat murah sangat membantu perkembangan wisata Indonesia. “Kalau dihapuskan otomatis wisata juga akan menurun,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Otto Ferdinand yang menyayangkan rencana pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2014 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Ia menilai, penghapusan tiket pesawat murah tidak sejalan dengan program pemerintah yang sedang mempromosikan wisata Indonesia.

“Selama ini yang dikeluhkan wisatawan terutama backpacker untuk wisata di Indonesia itu soal tiket,” jelas dia.

Menurutnya, banyak wisatawan lebih memilih jalan-jalan ke luar negeri misal Thailand, Singapura, Maladewa karena tiketnya lebih murah.

“Itu pun saat masih ada LCC. Gimana kalau nanti dihapus? Pasti makin sedikit jumlah wisatawannya,” tutur Otto.

Apalagi, tambah dia, sejak 2012 wisata Indonesia dipromosikan secara besar-besaran oleh Kementerian Pariwisata. Jadi penghapusan tiket murah seperti tidak sejalan dengan program pemerintah sendiri untuk promosikan wisata Indonesia.

Sebagai penyelam profesional (diver), Otto menilai kunjungannya ke berbagai tempat menyelam di Indonesia akan berkurang sebagaimana saat ada tiket pesawat murah.

“Kalau memang benar-benar dihapus, sebagai diver yang sering keliling Indonesia, saya rasa tidak akan bisa lebih sering eksplor Indonesia,” ujarnya.

“Padahal backpacking atau jalan-jalan itu sedang jadi tren dan itu baik untuk wisata Indonesia. Apalagi Indonesia jadi salah satu tujuan para backpacker dan wisatawan. Jadi rasanya sayang saja ya, terutama untuk tempat menyelam, Indonesia itu surganya penyelam,” jelas Otto. (Herwan)