KANALNEWS.co – Jakarta, Indonesia akan menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif yang akan di perhitungkan dunia setidaknya dalam 10 tahun ke depan, ini bisa di wujudkan dengan kerjas keras semua pihak mulai dari pelakunya hingga dukungan pemerintah

Hal itu di lontarkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, dalam rangkaian acara Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 yang berlangsung di kawasan Epiwalk Kuningan, Jakarta pada 21-25 November 2012.

“Saya sangat optimistis pada perkembangan sektor ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Menteri Mari di Jakarta, Jumat (23/11/2012),

Menurut Mari, setidaknya dalam waktu 10 tahun kedepan, Indonesia akan masuk peta percaturan dunia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan dalam hal ekonomi kreatif .

Pada dasarnya Indonesia sudah cukup kreatif di mana banyak produk-produk kreatif anak bangsa telah dikenal dan dipergunakan di banyak negara di luar negeri.

“Kita sudah kreatif, kita punya segalanya kita punya budaya dan tradisi seni yang kreatif, sumber daya alam yang melimpah, dan generasi muda yang banyak berikut populasi penduduk yang besar,” ujarnya.

Namun, untuk menjadi negara yang di perhitungkan, ia menyadari perlu usaha dan kerja keras untuk menyatukan upaya-upaya sekaligus produk-produk kreatif anak bangsa itu dalam satu wadah yang berkelanjutan.

“Kita perlu menumbuhkan talenta, memperkuat ‘capacity building’, membangun ruang publik, proteksi hak atas kekayaan intelektual (HAKI), hingga membuka jejaring pasar yang lebih luas untuk para kreator,” kata penggemar kain asli Indonesia ini.

Mari bahkan bermimpi suatu saat kelak Indonesia akan memiliki budaya Indonesian-Pop atau I-Pop jika Korea memiliki K-Pop saat ini dan terbukti sangat sukses.

“Kita akan membuat iklim usaha menjadi semakin kondusif, meningkatkan akses pasar, membangun ruang publik, pendidikan, hingga memperbaiki infrastruktur,” tukasnya.

Ia menekankan perlunya kerja keras dan adanya perubahan paradigma di kalangan pemerintah dan dunia bisnis.

“Jangan sekadar melakukan  ‘business as usual’, kita harus kreatif dan jangan hanya meng ‘copy’,” ucapnya.

Pihaknya mencatat kontribusi sektor ekonomi kreatif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, di mana pada 2010 mencapai Rp472,8 triliun dan mampu menyerap 11,49 tenaga kerja dan pada 2011 naik menjadi Rp526 triliun dengan serapan 11,51 juta tenaga kerja.

Tahun ini angka itu ditargetkan terdongkrak menjadi Rp573,4 triliun dengan serapan 11,57 juta tenaga kerja.

Penulis : Lidya Dara
Editor : Herwan Pebriansyah