KANALNEWS.co, Jakarta, Chief Executive Toyota Sales Operation Jodjana Jody mengatakan, ongkos produksi dan risiko kurs yang makin tinggi, menjadikan Astra bersiap untuk menaikan harga jual mobilnya.

Menurut Jodjana, kenaikan penjualan mobil di Indonesia menjadi 816.000 unit bukan alasan produsen seperti PT Astra International Tbk (ASII) menahan harga jualnya.

“Kenaikan harga tinggal menunggu waktu,” ujarnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Jodjana menambahkan, marjin keuntungan produsen mobil semakin kecil. Ada faktor pendukung kenaikan harga mobil di masa mendatang. Pertama kenaikan harga material, dan kedua risiko kurs yang semakin besar.

“Tahun ini efek kenaikan material dan kurs sudah kelihatan. Karena ada komponen yang didatangkan dari Jepang atau multi resources. Kalau impor ada risiko itu. Tahun ini signifikan,” tuturnya.

selain itu, faktor pendukung kenaikan harga mobil lainnya adalah utilisasi. “Sebenarnya kenaikan harga, Jepang (prinsipal) sudah minta,” tegasnya.

Hingga September 2012 Astra berhasil menjual mobil sekitar 448.000 unit untuk seluruh merek. Angka ini naik 24% dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan Astra ini lebih dari 50% dari total penjualan industri 816.000 unit. Sepanjang periode tersebut perseroan telah meluncurkan 17 model baru dan 26 model facelift untuk merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugoet.

Sementara penjualan motor, melalui PT Astra Honda Motor mencapai 3,1 juta unit, atau turun 3% dibandingkan periode sebelumnya. Motor Honda mengambil porsi 14% dari total penjualan motor nasional 5,3 juta unit.

 

Penulis : Herwan Pebriansyah