KANALNEWS.Co, Jakarta – Populasi mobil hatchback sport dua pintu di Indonesia tentunya tidak terlalu banyak. Namun demikian, tidak menyurutkan PT Proton Edar Indonesia (PEI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil asal Negeri Jiran, Malaysia untuk memasarkan produk hatchback dua pintunya di Indonesia. Hal tersebut terlihat ketika beberapa bulan lalu PEI meluncurkan varian baru dari produk hatchback sport dua pintunya yakni Proton Neo 1.6 CPS dengan mengusung tambahan kata “Sporty Edition”.
Tambahan Sporty Edition ditampilkan oleh Proton pada desain full sport. Proton sendiri mengklaim, ada banyak perubahan berupa penambahan suku cadang performa tinggi pada Neo CPS Special Edition ini. Sehingga calon pelanggan dapat memilih varian standar atau varian yang lebih sportif dan bertenaga. Namun tipe tersebut hanya akan tersedia dalam jumlah terbatas.
Proton sendiri sepertinya benar-benar ingin mengangkat image Neo CPS Sporty Edition ini sebagai mobil reli. Hal tersebut tentu bukan alasan karena Proton Neo ini juga banyak dipakai turun di ajang reli baik di Malaysia ataupun di Indonesia sendiri. Bahkan di ajang Asia Pacific Rally Championship (APRC) Proton S2000 yang berbasis Proton Neo ini mampu menunjukkan kedigdayaannya sebagai mobil reli yang tangguh melalui dua perelinya, Alister McRae dan Christ Atkinson.
Bahkan dua pereli dunia yang sarat pengalaman tersebut mampu mengantarkan Proton meraih gelar juara manufacture APRC 2011. Hal tersebut setelah dua perelinya itu mampu menyabet posisi kesatu dan kedua APRC di akhir musim 2011 lalu.
Beberapa waktu lalu PEI pun telah memberikan kesempatan kepada KANALNEW.Co untuk menjajal mobil tersebut selama beberapa hari. Untuk itu kami ingin memberikan informasi apa saja ubahan dan kehandalan dari hatchback sport dua pintu itu.
Begitu kita masuk ke dalam kabin Neo CPS Sporty Edition, mata kita langsung diperlihatkan kepada jok yang sudah menganut gaya semi racing atau biasa disebut semi bucket dengan tema dua warna yakni merah dan hitam. Jok bergaya sporty ini juga diaplikasikan untuk penumpang belakang. Sementara itu dashboard dan doortrim juga tampil two tone yang memadukan warna hitam serta silver.
Jok model semi bucked untuk pengemudi dan penumpang depan memang didesian dengan dimensi yang lebih lebar serta punya ketebalan busa yang baik. Namun untuk jok belakang terasa sangat keras. Apalagi leg room penumpang belakang minim dan akses masuk keluar penumpang belakang yang sempit sehingga mobil ini tak cocok untuk dipakai pergi bersama keluarga karena lebih pantas diisi dua orang saja.
Neo CPS Sporty Edition ini menggunakan tuas transmisi keluaran R3 performance parts dengan desain yang membulat. Tidak ada indikator posisi gear melainkan hanya emboss logo R3. Tuas rem tangan juga di desain unik yang lain dari mobil-mobil kebanyakan yang beredar di Indonesia. Tombol power window dan spion elektrik tidak tersemat di pintu trim pengemudi, melainkan di konsol tengah antara tuas rem tangan.
Sayangnya untuk menghibur para penggunanya, Proton Neo CPS Sporty Edition ini hadir dengan fitur yang tidak terlalu istimewa. Head unit hanya mengandalkan pemutar single CD, MP3 Player keluaran pabrikan audio asal Jerman, Blaupunkt tanpa dilengkapi koneksi USB atau Aux-in
Untuk mengendalikan suara audio oleh pengemudi, sepertinya juga tidak terlalu repot. Karena tombol Audio Steering Switch sudah tersedia meski keluaran suara dari 4 speaker yang tersebar di dalam kabin yang diletakkkan tersembunyi di door trim kanan dan kiri pada bagian depan dan belakang juga tidak terlalu bagus-bagus amat, namun sudah cukup lumayan untuk menemani selama perjalanan.
Proton membekali Neo CPS Sporty Edition ini dengan fitur tilt steering, seat high adjuster dan tentunya piranti airbags (pengemudi dan penumpang depan) sehingga dari sisi perangkat keselamatan, Neo CPS Sporty Edition ini sedikit lebih baik dari kompetitiornya. Keamanan penumpang belakang juga ditambah dengan sabuk pengaman dua titik.
L
alu mengunjak ke bagian luar, Neo CPS Sporty Edition ini mengalami perubahan dengan ditempelkannya R3 performance parts yang meliputi paket body kit full bumper depan belakang, side skirt, rear upper spoiler, serta sentuhan aksen karbon pada kap mesin dan bagian sisi bodi.
Bahkan kesan Neo CPS Sporty Edition ini terlihat seperti cocok untuk balap semakin terlihat ketika knalpot tunggal terletak di bagian belakang persis di tengah-tengah di bawah bumper. Bahkan dimensi knalpot membesar dibanding versi standar.
Emblem “Handling By Lotus” yang ditempel di bagain belakang juga kembali membuktikan kepiawaian manuver mobil-mobil lansiran Proton. Berbekal velg lebar sehingga mengoptimalkan traksi. Tak ketinggalan velg Rays Engineering berspek forged berukuran 16 inci berbalut ban 205/45/R16 ikut mendongkrak tampilan Neo CPS Sporty Edition.
Tampang sporty dan garang tentunya harus ditunjang mesin yang mumpuni juga. Di balik bonet Proton Neo CPS Sporty Edition ini tertancap mesin berkapasitas 1.600 cc Campro (Cam Profile Switching) 54PH CPS 4-silinder, DOHC, 16 katup yang sudah dibekali EMS-Piggyback serta transmisi manual 5-speed. Tak ada yang berubah dari Neo CPS varian lain, hanya saja racikan Piggyback membuat luapan dayanya lebih maksimal.
Dengan mesin yang masih standar dikelasnya itu, tenaga mobil ini boleh dikatakan cukup dahsyat karena sanggup menghasilkan daya sebesar 139 hp pada 6.500 rpm. Lalu torsi yang ditelurkan sebesar 168 Nm pada 4.000 rpm. Dengan menggunakan racikan header berkonfigurasi 4-2-1 dan ubahan pada air intake yang membuat Neo CPS Sporty Edition handal untuk urusan akselerasi bahkan dipakai untuk kompetisi sekalipun.
Saat bergerak dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam tidak butuh waktu lama yakni cukup 9,1 detik. Memasuki ruas jalan bebas hambatan dengan kondisi yang lenggang Neo CPS Sporty Edition ini bisa digeber dengan kecepatan maksimal yakni 205 km/jam. Namun pengemudi harus berhati-hati karena pada saat jarum spedometer berada di kecepatan sekitar 165 km/jam, setir sudah terasa bergetar.
Kalau bicara soal handling, mobil mungil yang bertarung dengan Honda Jazz dan Toyota Yaris yang ditopang mesin 1.500 cc dan juga Ford Fiesta Sport 1.6 ini rasanya tak perlu diragukan lagi ketika diuji coba dengan melewati rute yang beragam. Bodinya yang mungil ditunjang handling yang baik membuat mobil dua pintu itu bisa melakukan manuver secara zig-zag dengan lincah diantara kemacetan parah di jalanan ibukota Jakarta.
Untuk urusan kenyamanan saat berkendara, mobil ini masih ditopang kaki-kaki model MacPherson Strut with Stabilizer Bar di depan dan Multilink with Sstabilzer Bar di belakang maka kenyamanan Neo CSP Sporty Edition tak jauh berbeda dari versi biasa. Hanya saja penggunaan velg yang lebih lebar dan juga ban yang porfilnya lebih tipis menjadikan sisi comfort di dalam kabin sedikit terpangkas.
Mengenai apa yang disuguhkan oleh Proton Neo CPS Sporty Edition ini, pereli nasional, Rizal Sungkar yang juga pemilik rumah modifikasi untuk balap dan reli, RFT Motorsport, menilai bahwa apa yang disuguhkan Proton Neo CPS Sporty Edition ini sudah cukup lumayan.
“Apa yang ditampilkan Proton Neo ini secara keseluruhan sudah cukup lumayan. Kalau dipakai untuk harian saja, tenaga mobil ini sudah cukup lumayan. Handlingnya juga cukup bagus dan lincah. Suspensinya sudah cukup lah, tidak telalu empuk dan juga tidak terlalu keras,” ujar Rizal juga sudah merasakan mobil tersebut.
Menurut Rizal, dirinya memberikan rekomendasi kalau mobil ini juga cukup cocok untuk dipakai kegiatan ajang motorsport seperti reli, balap touring atau ajang time attack. Namun demikian untuk menambah tenaga agar mobil ini menjadi lebih dahsyat saat diajak berkompetisi mesti ada sedikit modifikasi untuk mendongrak tenaganya.
“Modifikasinya tak banyak. Mesin biarkan tetap standar bawaan pabrik. Paling cuma setting ulang ECU (Electronic Control Unit) dan merubah air flow saja. Lain-lain tinggal menguatkan kaki-kaki saja misalnya ganti shockbraker. Ya, ini lah mobil buatan Malaysia rasa Lotus yang namanya sudah cukup terkenal,” ujar Rizal yang sudah pernah membangun dua mobil Proton Neo CPS untuk digunakan di ajang reli nasional ini.
Atas apa yang ditawarkan tersebut, mobil Proton Neo CPS Sporty Edition ini ditawarkan dengan harga Rp.229 juta On the Road Jabodetabek. Bagi yang suka kebut-kebutan, mobil ini dirasa sangat cocok untuk digunakan dalam berkompetisi… CAUTION, For Competition Use Only….!!! (Ranoe Nirawan)









































