KANALNEWS.co, Jakarta – PT Trianggle Motorindoselaku prinsipal sepeda motor lokal di tanah air dengan merek dagang Viar di tahun 2012 ini akan berusaha untuk menggenjot penjualan produknya. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi di tanah air yang culup positif dalam beberapa tahun belakangan ini. Oleh karena itu, Viar menargetkan pertumbuhan 85 persen dari realisasi penjualan tahun 2011 sebesar 70.030 unit.
“Di tahun 2012 ini kami menargetkan penjualan teringgi sebanyak 130.000 unit motor. Kami juga mematok target pangsa pasar regional Jawa 3-5 persen dan 7-10 persen untuk pangsa pasar di luar Jawa. Angka tersebut bukan muluk-muluk karena kami pernah mencapai target tersebut,” kata General Manager Marketing PT Triangle Motorindo, Akhmad Zafitra Dalie, kepada wartawan saat menyampikan update bisnis 2012 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3).
Target penjualan tersebut bisa tercapai karena adanya dukungan pabrik yang akan terus dibangun di areal 20 hektare di kawasan Industri Otomotif Modern, Semarang Jawa Tengah. “Kapasitas produksi pabrik Viar saat ini bisa mencapai 76.000 unit per bulan atau 912.000 unit per tahun,” ujarnya.
Menurutnya, pangsa pasar terbesar Viar masih di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk Jawa masih disumbang dari motor niaga, sedangkan di Sumatera adalah motor bebek. “Saat ini Viar sudah memiliki 500 dealer di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan,” katanya.
Bahkan untuk menggenjot penjualan tahun ini, Viar meluncurkan tiga varian sepeda motornya. Ketiga varian baru itu adalah, New Vior 125 di segmen skuter matik berkapasitas mesin 150 cc, kemudian ada motor trail dan sepeda motor roda tiga untuk kendaraan niaga. Produk baru ini akan menjadi andalan Viar untuk menggenjot penjualannya tahun ini.
“Perusahaan masih memiliki 12 produk baru lagi yang akan meluncur sampai awal tahun 2013. Kami akan masuk ke semua segmen pasar, nantinya motor yang akan diluncurkan berada disegmen motor sport, motor gede (moge) matik, dan motor matik dengan kapasitas mesin di atas 150 cc,” katanya.
Untuk harga motor Viar disegmen bebek dan skutik berkisar di RP 8 juta – Rp 9,9 juta on the road, segmen motor sport berkisar di harga Rp 14 juta – Rp 16 juta on the road, dan segmen motor niaga di harga Rp 18 juta – Rp 22 juta on the road.
Dalie mengungkapkan, harga yang terjangkau dari produk Viar karena menggunakan komponen lokal. Adapun untuk komponen lainnya masih diimpor. Namun, persentasenya sangat kecil, sehingga dapat menekan biaya produksinya.
“Dengan harga yang terjangkau, Viar sanggup menyediakan kendaraan yang dapat mengakomodir kebutuhan konsumen akan gaya hidup mengingat model-model motor Viar diklaim memiliki desain yang modern,” tambahnya.
Ketika ditanya rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April mendatang, Dalie menyatakan kenaikan BBM justru menguntungkan bagi Viar. Alasanya, orang akan lebih banyak menggunakan sepeda motor ketimbang mobil.
“Kenaikan BBM merupakan berkah buat kami karena akan ada migrasi segmen dari mobil ke sepeda motor. Pada 2005-2006, harga BBM naik menjadi Rp6000/liter, penjualan Viar juga terdongkrak naik, saat itu melonjak dari 2 juta unit menjadi 4 juta unit,” katanya. Ranoe Nirawan








































