KANALNEWS.co – Jakarta, Sanfianti Kohar, mahasiswa Swiss German University (SGU) Jurusan Food Technology mendapatkan pengakuan hak paten dari Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas penemuan modifikasi tepung tapioka untuk bahan isian makanan olahan seperti Bakso atau Chicken Nuggets.
“Saya bangga sekaligus bersyukur hasil kerja keras dan penelitian saya di akui oleh Dirjen HAKI,” ujarnya.
Tepung Tapioka yang sudah dimodifikasi (modified starch) adalah salah satu bahan utama dalam industry pembuatan Bakso dan Chicken Nuggets, dan selama ini industir makanan olahan di Indonesia mendapatkannya dengan cara mengimpor dari Jerman dan Amerika Serikat.
“Hasil penelitian kami ini adalah jawaban untuk industry pengolahan makanan di Indonesia,” katanya.
Dalam melakukan penelitian, Sanfianti dibantu oleh Head of Biomedical Engineering SGU, Dr. Maruli Panjaitan, dan peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. LBS Kardono.
Dengan bantuan dua peneliti senior tersebut, Sanfianti mampu merubah tepung tapioka dengan bahan dasar singkong menjadi tepung tapioka modifikasi yang bisa menggantikan tepung impor.
“Hasil penelitian ini mampu menekan biaya produksi, mengurangi impor dan melepaskan Indonesia dari ketergantungan akan produk Asing,” tambah Dr. Maruli Panjaitan.
Menurut Maruli, setelah hak Paten ini diperoleh, beberapa nama besar dari Industri pengolahan makanan di Indonesia mulai tertarik dan mengajukan kerjasama dengan SGU untuk mengambil produk tersebut sebagai bahan untuk produksi mereka.
“Kerjasama kami dengan industry ini menunjukkan bahwa salah satu keinginan SGU untuk menjadi Universitas yang berorientasi riset telah berada di jalur yang benar, kedepannya kami akan terus berusaha menghasilkan inovasi-inovasi yang membantu industry di dalam dan luar negeri,” tandasnya.
Penulis : Herwan Pebriansyah








































