PKS.id

Kanalnews.co, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto buka suara terkait hengkangnya beberapa perusahaan migas dari Indonesia. Ia menilai kerugian besar akan dialami Indonesia apabila Pemerintah menganggap enteng dan lambat bersikap atas hengkangnya investor kakap minyak dan gas (migas).

Sebab, target lifting migas satu juta barel perhari di tahun 2030 hanya tinggal rencana, pendapatan negara terancam anjlok dan Indonesia akan terus menjadi negara pengimpor migas.

“Mereka memilih tidak meneruskan operasional di wilayah kerja Indonesia dan lebih memilih berinvestasi di negara lain,” kata Mulyanto.

Mulyanto menjelaskan, pemerintah jangan tutup mata dan menganggap enteng soal ini. Sebab, persoalan itu berdampak luas.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, maka penerimaan negara dari sektor migas akan terancam merosot. Sementara net impor migas akan semakin tinggi,” katanya.

Sementara itu, target satu juta barel minyak per hari di tahun 2030 tinggal menjadi mimpi. Ini adalah kondisi yang tidak kita inginkan. (RR)