Kanalnews.co, JAKARTA– Menteri Sosial Tri Rismaharini berencana meluncurkan aplikasi penyaluran dan belanja bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat pada 17 Agustus mendatang. Gebrakan tersebut dilakukan demi menghindari penyelewengan.

“Mudah-mudahan kita bisa launching 17 Agustus nanti,” kata Risma, sapaan akrabnya, saat konferensi pers virtual, Senin (26/7).

Aplikasi tersebut, lanjut Risma, merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Sosial dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan beberapa perusahaan fintech serta e-commerce. Aplikasi ini nantinya bisa digunakan penerima bansos untuk membelanjakan uang tunai yang mereka terima dari pemerintah.

“Jadi nanti belanja bisa dimana saja, bukan di e-waroeng saja, tinggal gunakan fitur itu (di aplikasi),” katanya.

“Meski hp-nya masih jadul pun,” ucapnya.

Di dalam aplikasi tersebut, penerima bansos bisa belanja kebutuhan pokok. Namun penerima bansos dilarang membeli barang seperti rokok atau miras.

“Jadi sesuai perintah Presiden agar tidak ada belanja rokok, tidak ada belanja untuk miras, maka dengan dengan fitur itu, kami bisa membatasi untuk belanja, karena tidak bisa belanja, jika pembayarannya digunakan untuk membeli miras atau rokok,” katanya.

Yang terpenting, kata Risma, aplikasi tersebut dibuat untuk mencegah korupsi bansos. Perbaikan data juga akan ditingkatkan.

“Pertama, kami sinkronkan data di Kemensos lalu kami padankan dengan data kependudukan. Jadi kami salurkan dalam bentuk transfer uang ke bank dan warga dapat ambil dari bank. Kalau beras oleh Bulog, langsung dikirim ke rumah penerima manfaat, jadi tidak melalui Kemensos, langsung ke keluarga penerima manfaat,” katanya. (bnd)