Jakarta, KanalNews.co – Akhir-akhir ini beredar hoax bahaya Bisfenol A (BPA) yang terkandung dalam Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon guna ulang di beberapa media dan juga media sosial. Hoax ini dihembuskan pihak-pihak yang diketahui sama sekali tidak memiliki rekam jejak dan kompetensi mengenai kesehatan dan aspek keamanan pangan olahan di Indonesia.  Hal itu tetap disebarkan ke masyarakat meski pemerintah sudah mengklarifikasi dan menyatakan bahwa AMDK galon guna ulang aman untuk dikonsumsi.

Sesuai Undang-Undang dan Peraturan yang terkait keamanan pangan serta standar yang mengatur kualitas produk termasuk produk pangan di Indonesia, pihak yang berwenang membuat pernyataan publik serta mengawasi tentang aspek keamanan pangan adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Sedang yang berwenang menetapkan standar suatu produk adalah Badan Standarisasi Nasional (BSN). Sementara, pihak yang berwenang mewajibkan berlakunya suatu standar untuk produk pangan adalah Kementerian Perindustrian RI.

BPOM secara tegas telah membuat pernyataan resmi tentang keamanan produk AMDK galon guna ulang di Indonesia yang sudah dimuat di dalam website resmi BPOM. Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM, Ema Setyawati, mengatakan galon guna ulang telah memenuhi syarat yang tercantum dalam SNI sehingga aman untuk digunakan. Menurutnya, luruhan (migrasi) BPA kemasan galon guna ulang PC dan Acetaldehyde kemasan galon sekali pakai Poly Ethylene Terephtalate (PET) masih jauh di bawah ambang batas standar kemasan pangan yang ditetapkan di Indonesia.

Dengan adanya pernyataan BPOM ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) langsung memasukkan berita-berita yang menyatakan BPA berbahaya ke dalam kategori berita tidak benar alias hoax. “Kita merujuk kepada pernyataan BPOM sebagai lembaga yang berwenang yang telah menyampaikan bahwa kemasan yang mengandung BPA untuk produk makanan dan minuman telah melalui uji laboratorium dan aman untuk digunakan,” ujar Plt Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

Demikian pula Kementerian Perindustrian, secara tegas juga menyatakan bahwa produk AMDK baik yang dikemas dalam galon guna ulang PC maupun galon sekali pakai PET sudah memenuhi SNI wajib AMDK yang berarti aman untuk dikonsumsi. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim, menegaskan bahwa produk kemasan galon guna ulang aman bagi konsumen. Hal ini karena telah melalui proses pengujian parameter Standar Nasional Indonesia (SNI) di laboratorium yang telah ditunjuk dan mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Pengawasan terhadap produk AMDK ini kan juga dilakukan secara berkala. Termasuk di dalamnya pengawasan terhadap fasilitas dan proses pembersihan galon guna ulangnya,” ungkapnya.

BSN juga secara tegas dalam pernyataan publiknya di berbagai media menyatakan AMDK aman dikonsumsi karena sudah memenuhi SNI yang menjamin aspek kualitas dan keamanan pangan. Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal BSN, Wahyu Purbowasito, mengatakan produk yang memiliki logo SNI seperti galon guna ulang sudah melalui pemeriksaan (audit), baik dari sisi kesesuaian produk terhadap SNI yang ada maupun konsistensinya, termasuk parameter yang melindungi konsumen dari bahaya akibat penggunaan produk tersebut. “Apalagi sertifikasi produk tersebut  dilakukan oleh pihak ketiga yang bebas dari interest tertentu, sehingga diharapkan bisa lebih obyektif dalam menilai suatu produk,” ungkapnya.

Pakar Teknologi Pangan dan Institut Pertanian Bogor (IPB), Eko Hari Purnomo mengatakan bahwa BPA yang ada dalam kemasan galon ulang tidak berbahaya karena BPA tidak larut dalam air. BPA hanya larut dalam pelarut organik seperti alkohol, keton dan sebagainya. “Jadi sangat kecil kemungkinan terjadinya migrasi BPA ke dalam air yang ada dalam galon guna ulang yang berbahan Polikarbonat (PC),” katanya.

Sekretaris Dewan Pers Indonesia, Rita, mengatakan dalam kode etik jurnalistik, wartawan sama sekali tidak diperkenankan  memasukkan opini pribadi dalam pemberitaan. Karena berita itu harus berdasar fakta. “Opini sebaiknya disampaikan oleh narasumber yang kompeten dan kredibel,” katanya.

Dengan masih beredarnya berita hoax terkait galon guna ulang ini, Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) melalui Ketua Umumnya Rachmat Hidayat berinisiatif mengirimkan surat kepada pemerintah untuk memohon agar bisa mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang secara terus-menerus “menggoreng” isu bahaya AMDK galon guna ulang ini. Apalagi yang membuat narasumber yang menghembuskannya tidak jelas kompetensinya dan tidak memiliki latar belakang keahlian mengenai kesehatan dan keamanan pangan.

“Tindakan tegas dari Pemerintah ini diperlukan agar berita hoax ini tidak menimbulkan keresahan masyarakat, merusak iklim usaha yang sehat, serta demi menjaga martabat dan kewibawaan Pemerintah selaku pihak yang berwenang menjaga dan mengawasi keamanan pangan di Indonesia. Dengan demikian, industri AMDK dapat bangkit dari krisis akibat pandemi Covid 19 saat ini, tumbuh dengan sehat, dan tetap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang kita cintai bersama,” ujar Rachmat Hidayat dalam keterangan tertulisnya.