Situng KPU Senin Pagi Capai 49,98 Persen, Jokowi-Maruf Raih 56,2 Persen Suara

By on April 29, 2019
Jokowi Amin

KANALNEWS.co, Jakarta – Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (29/4), data hasil pemilu yang masuk mencapai 49,98 persen. Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul dalam perolehan hasil suara pemilu dengan selisih sebanyak 9.495.629 suara.

Paslon capres nomor urut 01 itu mendapatkan suara sebesar 42.948.044 atau 56,2 persen sementara paslon capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat suara 33.452.415 atau 43,79 persen.

Secara sebaran, Jokowi-Ma’ruf unggul di sejumlah provinsi, seperti Sumatra Utara, Lampung, DKI Jakarta,  Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, NTT dan Bali. Paslon Prabowo-Sandiaga sementara ini unggul di Sumatra Barat, Jambi, Aceh, Jawa Barat, Banten, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan  Nusa Tenggara Barat (NTB).

Entri data yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara Situng KPU adalah data yang disalin apa sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS. Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Jika terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1. Data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Komisioner KPU Viryan mengatakan, Situng KPU berfungsi sebagai alat transparansi penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu. Masyarakat dipersilakan untuk memantau dan mengawasi data yang direkapitulasi supaya tidak terjadi kesalahan.

Sekalipun publik menemukan data yang salah, kata Viryan, maka data tersebut masih bisa diperbaiki oleh jajaran KPU. “Itulah dampak dari transparansi kerja KPU. Publik bisa mengkoreksi, publik bisa mengkritisi, dan KPU selalu responsif terhadap hak-hak itu,” kata Viryan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4) lalu. (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>