KPU Tambah Waktu 60 Hari Untuk Penyempurnaan DPTHP

By on September 16, 2018
tinta pemilu kpu

KANALNEWS.co, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan terus menyempurnakan data daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) hingga 60 hari ke depan, hal itu dilakukan setelah Wasit dalam pemilu di Indonesia itu mendapatkan masukan dan catatan dari berbagai pihak, persoalan yang ada dalam menetapkan DPT bukan hanya data ganda saja.

Kepastian untuk terus menyempurnakan DPT itu ditegaskan oleh ketua KPU Pusat, Arief Budiman. “Sebetulnya bukan ditunda, apa yamg mau sudah kami kerjakan hingga hari ini menjadi bagian yang terus akan disempurnakan,” ujar Arief Budiman, di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

“Apa yang sudah KPU kerjakan hingga hari ini, ditetapkan dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk dicek kembali. Hal itu dilakukan agar jika masih ada hal-hal yang perlu disempurnakan atau diperbaiki bisa dilakukan perbaikan hingga 60 hari ke depan,” tambahnya.

Alasan penambahan waktu hingga 60 hari itu karena masing-masing pihak yang mengikuti Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTHP Pemilu 2019 memberi beberapa masukan dan catatan kepada KPU. Arief mengungkapkan, masukan dan catatan tersebut tidak sekadar apa yang telah diberikan kepada KPU pada rapat 5 September lalu.Pada Rapat Pleno Rekapitulasi DPT Pemilu 2019 itu yang dipermasalahkan hanya soal daftar pemilih ganda.

Pada rapat kali ini, banyak disebutkan seperti temuan pemilih yang belum memiliki KTP-elektronik, pemilih yang sudah dimasukkan ke dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) tapi ternyata belum masuk, dan pemilih yang sudah ada di DPT tapi tidak berasal dari DP4.

“Jadi varian begitu banyak, termasuk upload data Sidalih yang agak lambat, terus masukan tentang bagaimana melindungi hak warga negara jika belum punya KTP-el, proses perekaman belum selesai,” ujarnya.

KPU merasa 60 hari merupakan ruang yang cukup untuk melakukan banyak hal agar intensif dilakukan. Sebetulnya, ujar Arief, jika tidak diberi waktu 60 hari pun, sampai kapan juga jika ada masukan dan masukan itu penting, bisa saja DPT dilakukan perbaikan. Tetapi, dengan diberikannya ruang yang terukur, semua akan fokus ke sana.

“Kepentingan kenapa hari ini harus ditetapkan DPTHP, karena KPU punya dasar, DPTHP ini merupakan hasil informasi terakhir hari ini yang bisa dibagikan,” kata dia.Jika itu tidak KPU lakukan, sambung dia, maka KPU tidak melaksanakan apa yang ditegaskan di dalam undang-undang (UU), yakni menetapkan dan membagikan hasil tersebut.

Setelah DPTHP ditetapkan hari ini, maka boleh disampaikan kepada pihak-pihalnterkait.”Nah, mudah-mudahan setelah data ini disampaikan, nanti bisa dipelajari dan dicermati perbaikannya,” ujar Arief. (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>