Jimly Asshiddiqie : Presidential Threshold Rugikan Partai Oposisi

By on July 12, 2018
asshiddiqie1

KANALNEWS.co,Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengomenteri aturan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen, itu akan merugikan partai opisisi. Menurut dia, bila partai tersebut ingin mengajukan capres persentase mereka akan selalu kurang.

“Jadi, kalau kelompok alternatif tidak bisa jadi dua kelompok, karena kurang dan butuh dua partai koalisi. Misalnya, kalau Demokrat dengan PAN tidak cukup, Demokrat dengan PKB juga tidak, dia butuh 3,” tandas Jimly di Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Jimly mencontohkan, jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), nyapres di pilpres 2019, misalnya, maka dia akan terganjal aturan ambang batas tersebut. “AHY (kalau mau jadi capres) kan terhambat itu,” kata Jimly.

Tak hanya Demokrat yang dirugikan dengan PT 20 persen. Partai lain yang ingin mencalonkan pilihannya juga terbentur aturan ini.

“Jadi yang tercederai tidak hanya Demokrat, tapi semua partai di luar pemerintahan, bahkan yang di dalam juga. (Misal) kan ada yang nyapres,” jelas Jimly.

Itu sebabnya, Jimly berharap MK bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi sidang uji materil tentang permohonan uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pasal inil mengatur ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden.

“Berpikir lebih luas, jadi kalau dikabulkan ini putusan baru dengan argumen baru,” kata Jimly pula. (mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>