Ammar Hadi Ali, Disabilitas Korban Perang Bangkit Jadi Atlet

By on October 11, 2018
ali1

KANALNEWS.co, Jakarta  - Semula atlet Wheelchair Fencing asal Irak, Ammar Hadi Ali tak membayangkan jika ia akhirnya menjadi seorang atlet Para Games. Karena ia lahir sebagai seorang yang memiliki fisik normal.

Namun, jalan hidupnya  pun berubah setelah peristiwa  perang Iran-Irak berkecamuk di negerinya, beberapa pulu tahun yang lalu.

Ammar Hadi Ali, akrab disapa, Ali, ketika itu menjadi salah  satu korban dari keganasan perang dua negara tetangga itu. Ia menjadi korban serpihan bom yang kemudian melumpuhkan pinggang dan kakinya. Sehingga ia tak sanggup berjalan menggunakan dua kakinya lagi.

“Kejadiannya tahun 1987, ketika saya sedang berdiri di luar rumah. Tiba-tiba, bom meledak tak jauh dari tempat saya berdiri. Akhirnya, saya harus mengalami hal ini,” ungkap atlet yang kini berusia 37 tahun itu.

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya di Asian Para Games 2018, Kamis (11/10), Ali mengaku sempat frustrasi karena menganggap masa depannya suram. Namun, beruntung beberapa teman dan keluarganya terus memotivasinya agar tidak cepat putus asa.

“Apalagi ketika itu saya sedang rajin-rajin mengumpulkan uang untuk menikah. Tapi, setelah kejadian itu saya tidak bisa bekerja lagi,” ceritanya.

Namun, rupanya Tuhan berkehendak lain, Ali mengambil hikmah dari kejadian yang dialaminya itu, setelah ada perwakilan dari National Paralympic Comitte (NPC) Irak menawarkannya untuk menjadi atlet Wheelchair Fencing (Anggar Kursi Roda).

“Tepatnya di 2009 saya mulai dikenalkan dengan olahraga ini. Padahal semula saya tak pernah kenal dengan olahraga ini,” kata peraih emas nomor EP kategori B di Asian Para Games Guangzhou, China 2010 itu.

Sejak saat itu, semangat hidup Ali mulai bangkit dan ia terus menekuni olahraga ini yang akhirnya merubah jalan hidupnya. “Berkat olahraga ini juga saya bisa berkeliling ke negara lainnya untuk mengikuti kejuaraan ini,” kata Ayah dari dua orang putra itu.

Di ajang Asian Para Games 2018 Indonesia, Ali merupakan salah satu atlet tangguh yang patut diwaspadai oleh lawan-lawannya, terutama para atlet China. “ Atlet China merupakan saingan terberat saya. Mereka sukar untuk dikalahkan,” ungkap atlet yang juga pernah meraih perak di Asian Para Games 204 Incheon, Korea, di nomor Floret itu.

Kini, selain fokus menjadi berlatih, Ali juga seorang wiraswastawan dengan memiliki workshop pintu dan jendela  sendiri di rumahnya. “Alhamdullilah, Allah memang berkehendak lain, ternyata masa depan saya tidak sesuram yang pernah saya bayangkan sebelumnya setelah peristiwa yang saya alami,” ujar Ali yang kini telah mengantongi medali perak di nomor EP dan perunggu di nomor Foil pada Asian Para Games ke III  – Jakarta, Indonesia. (mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>