Tim Tari Indonesia Sabet Dua Penghargaan Folklore Bergengsi di Malaysia

By on August 1, 2016
tari GGK 2

KANALNEWS.co, Jakarta – Tim Tari Indonesia yang diwakili oleh Sanggar Budaya Gantari Gita Khatulistiwa (GGK) meraih penghargaan Malaysian Cultural Minister Award dan Best Music Arrangement Award pada ajang kompetisi folklore paling bergengsi di dunia akhir pekan lalu di Sabah, Malaysia.

Hadir pada malam puncak kompetisi folklore tersebut, Raja Negara Bagian Sabah Tun Datuk Seri Panglima Dr. Haji Juhar Nim Datuk Haji Mahiruddin dan Menteri Pariwisata, Budaya dan Lingkungan Hidup Sabah, Datuk Seri Panglima Masidi Manjun serta Chairman Sabah Cultural Board Tan Sri Datuk Seri Panglima Wences Angang yang menyerahkan hadiah berupa tropi, plakat dan sertifikat kepada pemenang utama, serta perwakilan dari Konjen RI di Kota Kinabalu.

Festival diadakan untuk ke-11 kalinya ini diikuti grup terbaik dari 11 negara, yaitu Korea Selatan, Sri Lanka, Rusia, Malaysia, Australia, India, Filipina, Estonia, Thailand, Irlandia dan Indonesia.

GGK pada festival ini mengirimkan dua grup yang menampilkan dua tari garapan koreografer Donny Yoshinda dan Cheelvy, yang berhasil memukau dewan juri utama berjumlah tiga orang dan dewan juri perwakilan negara peserta 11 orang. Karya garapan yang dipentaskan GGK tersebut yaitu Tari Baine Toraya dari Toraja, Sulawesi Selatan dan Tari Tua Basamo dari Minang, Sumatera Barat dengan music directors Mehdy Marsidiast, Dede Supriatna dan Abdul Aziz.

Aldea Karinta, salah satu penari yang merupakan pelajar SMA Labschool Cibubur mengatakan bahwa kompetisi berlangsung sangat ketat karena diikuti oleh penari penari professional dari 11 negara.

“Kami bangga bisa bersaing dan meraih dua penghargaan ditengah persiapan yang sangat ketat khususnya pada saat bulan puasa kemarin,” kata Karin panggilan akrab Aldea Karinta melalui pesannya.

Secara keseluruhan, untuk tahun ini, Irlandia yang diwakili The Gaelic Girl Irish Dancing Troupe tahun ini meraih Prime Award (juara pertama), sedangkan Chief Minister Award, juara kedua diraih Grup Sam Le Yaw Filipina.

Sementara itu Koordinator Tim Gantari Gita Khatulistiwa untuk SIFF 2016, Cantika Reviera menyampaikan seluruh tim mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi selama tiga bulan sejak April lalu.

“Kerja keras kami semua Alhamdulillah terbayar dengan meraih prestasi ini berkat dukungan yang diperoleh dari tim pelatih, artistik, orang tua dan keluarga, pihak sponsor dan berbagai pihak yang memberikan support kepada kami,” ujar Cantika.

Leo Mokodompit selaku Chairperson Gantari Gita Khatulistiwa mengatakan dari pengalaman mengikuti festival folklore internasional di berbagai Negara, SIFF adalah salah satu festival yang sangat bergengsi, serta diikuti grup terbaik di negaranya masing-masing. (Herwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>