Trimedya Wacanakan Kompetisi Gulat Bisa Disiarkan Televisi Secara Rutin

By on June 9, 2018
hj

KANALNEWS.co, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI), Trimedya Panjaitan memiliki tugas berat untuk memajukan olahraga gulat Tanah Air. Sebab, olahraga beladiri tersebut masih belum populer di negeri ini.

Karena itu, Trimedya mewacanakan digelarnya kompetisi gulat secara rutin yang disiarkan televisi. Bahkan, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan televisi swasta dan negeri untuk menyiarkan pertandingan supaya masyarakat bisa melihat. “Saya ingin populerkan gulat di televisi. Kalau tidak Net. TV ya TVRI. Kami inginnya ada pertandingan seperti MMA (mixed martial arts) yang saat ini juga disiarkan TV,” ujar Trimedya di Jakarta, Jumat (8/6).

Selain mempopulerkan lewat TV, cara lain yang akan ditempuh yaitu menggelar pertandingan atau memamerkan gulat yang diikuti anak-anak SD – SMP di sepanjang Jalan Sudirman hingga Thamrin, Jakarta, di saat berlangsungnya car fee day. Cara tersebut dinilai cukup efektif karena akan jadi perhatian masyarakat. Apalagi jika acara seperti itu dibarengi dengan pemecahan rekor MURI.

Di sisi lain, pihaknya meminta masing-masing pengurus provinsi (pengprov) PGSI di Indonesia untuk aktif dalam menjalankan programnya. Bila perlu, mereka diminta meniru Pengprov Jateng, DKI Jakarta dan Sumut yang terlihat aktif menggelar event. “Provinsi-provinsi yang sudah mapan, seperti Sumut bagus, menggelar kejuaraan antar-kabupaten. Jateng juga seperti itu, DKI juga. Provinsi lain perlu melakukannya,” ungkap pria yang juga menjabat anggota DPR RI tersebut.

Sementara itu, para atlet pelatnas gulat yang diproyeksikan untuk Asian Games 2018, saat ini masih menjalani training center (TC) di Bulgaria. Menurut manajer timnas gulat Indonesia yang juga Kabid Binpres PP PGSI, Gusti Randa, para atlet sudah berada di Bulgaria sejak enam pekan lalu. Mereka akan kembali ke Indonesia sebulan sebelum Asian Games digelar atau 17 Juli mendatang. Selama di negara tersebut, mereka ditangani tiga pelatih lokal dan tiga pelatih Bulgaria. “Perubahan atlet signifikan sekali. Fisik mereka jadi lebih baik,” kata Gusti Randa.

Total, atlet yang melakoni TC di Bulgaria sebanyak 18 orang, rinciannya 12 putra dan enam putri. Mental mereka juga dinilai cukup baik. “Mereka latihan tidak saja indoor di atas matras, di atas salju juga, bahkan di tengah hutan melakukan teknik bantingan,” terang Gusti yang beberapa waktu lalu ikut mendampingi atlet di Bulgaria.

Dia menjelaskan, lima minggu tersisa di Eropa, para atlet melakukan pendalaman teknik. Berdasarkan penuturan pelatih Bulgaria, teknik mereka harus ditingkatkan, apalagi Indonesia ditarget bisa meraih medali emas di depan pendukung sendiri saat Asian Games 2018. “Target satu emas sebuah keniscayaan, tidak sulit, kita tidak sekadar ngomong, tapi ada ikhtiar. Kita tuan rumah, sehingga  banyak kesempatan untuk mendapatkan medali,” tandasnya.(mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>