Sesmenpora : PSSI Harus Mau Dikoreksi dan Dikritik

By on April 12, 2018
Gatot S Dewa Broto

KANALNEWS.co, Jakarta – Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto mendukung Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai federasi yang akan membantu pemerintah dalam memajukan industri olahraga nasional.

Namun, orang nomor dua di Kementerian yang bertanggung jawab terhadap prestasi dan pembinaan olahraga di Indonesia itu menegaskan Kemenpora tetap menjadi lembaga pemerintah yang punya hak memberikan koreksi, bahkan kritik terhadap sejumlah persoalan di PSSI utamanya yang menyangkut jalannya kompetisi nasional Liga 1 2018.

“Saya banyak menerima keluhan terutama di media sosial dan ini seharusnya bisa dijawab PSSI,” kata Gatot disela-sela diskusi sepak bola yang digelar oleh Kesekretariatan PSSI Pers di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Menurut Gatot, pertanyaan yang paling sering diterimanya adalah terkait terkait dengan pengelolaan siaran kompetisi dan kepastian jadwal liga. “Seharusnya PSSI bersama operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) punya jadwal jangka panjang yang pasti mengenai gelaran kompetisi nasional Liga 1. PSSI juga tentunya sudah tahu di La Liga (Spanyol) atau di liga-liga negara, jadwal kompetisi sudah tersusun empat sampai lima tahun mendatang,” tambah Gatot.

PSSI dan LIB sebagai operator Liga di Indonesia menurutnya kerap kerepotan dalam membuat jadwal liga musim 2018, bahkan dalam catatanya, PSSI dan LIB tercatat tiga kali memundurkan jadwal liga. Semula memastikan Liga 1 akan digelar pada akhir Februari, dan terpaksa mundur sampai awal Maret yang akhirnya terealisasi pada pertengahan bulan lalu.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan PSSI punya tantangan yang lebih kompleks baik dari sisi prestasi dan pengembangan sepak bola usia dini untuk program jangka panjang. “Dari sisi prestasi desakan masyarakat agar timnas Indonesia kembali punya prestasi internasional harus terjawab. Tahun ini akan ada sembilan gelaran sepak bola yang akan diikuti timnas. Termasuk futsal putra dan putri juga sepak bola pantai,” jelas Joko.

Joko menjelaskan, gelaran Asian Games 2018, Piala AFF 2018 dan Piala AFC U-19 2018 menjadi fokus utama PSSI.  Pada Piala AFF 2018, PSSI tak lagi bisa menargetkan timnas senior ada di peringkat kedua Asia Tenggara. “Kalau kita (PSSI) masih membicarakan runner up, konsekuensinya kita akan dimaki-maki,” ujar Joko.

Untuk Piala AFC U-19 yang akan digelar di Indonesia, Joko berharapa sama seperti target Asian Games yaitu mencapai babak semifinal atau empat besar.  (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>