KANALNEWS.Co, Depok – Rider kuda, asal Jerman, Bjorn Kuwertz yang tergabung dalam PM Riding School, menunjukkan kelasnya sebagai salah satu  rider jumping terbaik setelah mampu meraih gelar juara pada Kualifikasi World Cup Liga Asia Tenggara Seri II yang merupakan nomor bergengsi di APM Classic Equestrian 2012 yang bertempat di Arthayasa Stables, Depok, Minggu (20/5).

Dengan menunggang kuda Quifillio, Kuwertz menjadi yang terbaik dengan mampu mengatasi 15 rintangan setinggi 140-145 cm tanpa satu angka kesalahan (clear round), dengan catatan waktu 72.74 detik.

Pada perebutan tempat kedua berlangsung sangat sengit, dua rider jumping asal Indonesia Brayen Brata-Coolen dan Ferry Wahyu Hadiyanto berusaha mempertunjukkan kemampuan terbaiknya. Kedua atlet itu sama-sama mendapatkan 4 angka kesalahan ketika melalui rintangan.

Namun  Brayen Brata-Coolen yang dengan kuda Chris De Rose (FALCO-BEC) berhak menjadi runner-up karena catatan waktu yang dicetaknya, yaitu 72.81 detik lebih baik dari Ferry Wahyu yang menunggang kuda Zandor (Arthayasa Stables) hanya bisa mencetak waktu 76.37 detik dan berhak menempati posisi ketiga.

“Saya puas dengan hasil ini, meskipun hanya mampu meraih juara kedua. Saya akui Kuwertz memang menunggang dengan bagus pada hari ini, tetapi saya akan berusaha mengalahkannya pada seri III nanti,” ungkap Brayen.

Dengan hasil dari dua seri yang sudah dijalankan, Ferry Wahyu Hadiyanto masih memimpin perolehan poin sementara, rider jumping dari Arthayasa Stables itu telah mengoleksi 14 point, Brayen Brata-Coolen menempel di posisi kedua dengan perolehan 12 point, tempat ketiga dihuni Adi Katompo dari 3K Jpec Sentul dengan 8 point, sedangkan untuk posisi keempat dan kelima ditempati Ardi Hapsoro Hamidjojo dan Denis Christian Sanjaya dengan sama-sama memperoleh 2 point.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana APM Classic 2012, Triwati Marciano Norman mengungkapkan bahwa event ini telah dilaksanakan selama dua hari, dimana peserta untuk nomor bergengsi, yaitu Kualifikasi World Cup Liga Asia Tenggara diikuti 9 peserta yang terdiri dari 8 rider dari Indonesia dan 1 rider jumping asal Jerman. Sedangkan untuk Kualifikasi World Cup Asia Tenggara akan berlangsung sebanyak 9 seri.

“Ajang ini merupakan salah satu Kualifikasi Asia Tenggara untuk World Cup Jumping, ini merupakan seri kedua, setelah sebelumnya kita juga sukses menggelar seri yang pertama,” terang Triwati.

Dirinya juga menambahkan dari 8 rider Indonesia diharapkan mampu menembus posisi 5 besar pada babak final yang akan diselanggarakan di Thailand. Selain itu Triwati juga menargetkan setidaknya rider jumping Indonesia mampu masuk 3 besar untuk final regional Asia Tenggara nanti.

“Kita melaksanakan 3 seri, Malaysia 3 seri dan Thailand 3 seri sekaligus babak Final, untuk tahun ini kita targetkan rider kita mampu menembus posisi 3 besar,” pungkasnya.  (Ranoe Nirawan)