POI Hadir – Kemenpora: Cetak Teknokrat Profesional di Bidang Keolahragaan

By on January 9, 2019
kemenpor2

KANALNEWS.co, Jakarta – Politeknik Olahraga Indonesia (POI) akan memiliki kampus yang megah di atas tanah seluas 7,5 ha  terletak di area Jakakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan.

Sekolah Tinggi ini akan menjadi salah satu pilihan studi, khususnya bagi generasi muda  (milenial ) yang ingin memfokuskan diri di bidang keolahragaan. Karena, lembaga pendidikan tinggi yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), ini  akan mencetak  dan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan kompetensi khusus di bidang keolahragaan di era industri.

Studi kelayakan akademik dan non akademik serta legitimasi berdirinya POI telah dibahas dalam Seminar dan Lokakarya Ilmiah yang melibatkan stakeholders olahraga nasional. Untuk mengetahui lebih jauh tentang cikal bakal berdirinyanya POI serta program studi apa saja yang akan diterapkan, ikuti bincang-bincang dengan Direktur POI, Heru Bramoro, ST. MM berikut ini:

Sejauh ini,  apa saja yang menjadi hambatan sekaligus tantangan terkait berdirinya POI?

Ya, baik. Sampai seajuh ini, kami masih menunggu perizinan tertulis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Perizinan tertulis ini sangat penting untuk menjadi dasar bagi  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenrstek-dikti) mengeluarkan izin prinsip POI di bawah pengawasan Kemenpora. Izin tertulis dari Kementerian PANRB yang terus kami koordinasikan dan komunilaskan secara intens. Bapak Menteri kita (Imam Nahrawi—red) telah mengkomunikasikan soal ini ke Bapak Presiden Joko Widodo. Sementara kami terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PANRB. Jadi, POI tinggal terpaut satu langkah lagi menuju sebuah lembaga pendidikan tinggi bidang keolahragaan yang mampu mencetak teknokrat profesional di era industri 4.0.

Apa yang melaterbekangin berdirinya POI?

Berawal responsiveness atas pengantar yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo saat membuka Rapat terbatas (Ratas) tanggal 21 November 2018 di Istana Kepresidenan Bogor – Jawa Barat tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia Untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, menyampaikan bahwa: Pemerintah harus menjadikan 250 jt penduduk Indonesia sebagai sebuah kekuatan besar yang bukan hanya bertujuan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, akan tetapi juga untuk mengejar kesejahteraan dan kemajuan bersama.

Ya, sebagai salah satu kunci untuk mencapai hal tersebut menurut Bapak Presiden adalah perbaikan sistem pendidikan Indonesia, terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Selama ini, seperti apa penyelenggaraan pendidikan yang menghasilkan alumni di bidang keolahragaan di Indonesia?

Mungkin selama ini yang diketahui oleh banyak lapisan masyarakat bahwa Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan di bidang keolahragaan hanya berada di bawah naungan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) – Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat: IKIP yang sekarang sudah menjadi Universitas) yang menyelenggarakan pendidikan akademik, khususnya dalam disiplin ilmu pendidikan dengan fokus mencetak mahasiswanya untuk menjadi guru atau tenaga kependidikan lainnya.

Oleh karena itu, sesuai dengan hasil keputusan Ratas Presiden serta perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (saintek) di bidang keolahragaan, maka sudah saatnya Pemerintah harus melakukan perubahan paradigma (changing paradigm) dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang keolahragaan yang mampu melahirkan sumber daya manusia juara (human resource champion) yang memiliki keunggulan kompetensi khusus di bidang keolahragaan di era industri 4.0 (milenial industri).

Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai penanggung jawab keolahragaan nasional dari sisi pemerintah. telah menggarisbawahi arahan yang disampaikan Bapak Presiden dalam Ratas tersebut, yaitu dengan melakukan revitalisasi pendidikan vokasi di bidang keolahragaan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Untuk itu, Kemenpora akan memulai revitalisasi pendidikan vokasi olahraga Indonesia dengan mendirikan lembaga pendidikan tinggi bidang keolahragaan dengan konsep vokasi untuk tumbuh berkembang menjadi Sekolah Tinggi.

Pendidikan tinggi olahraga ini kelak memiliki rancang bangun khusus menyediakan berbagai program studi yang relevan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang keolahragaan, terutama di bidang Sport Industry serta Sport Science and Technology serta tetap melaksanakan azas Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu perguruan tinggi memiliki posisi dan peran strategis untuk melaksanakan pendidikan, edukasi masyarakat/manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Apa yang mau dicapai Kemenpora sebagai penanggung-jawab POI?

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan bahwa arah dan tujuan revitalisasi pendidikan olahraga Indonesia yang diinginkan adalah menghadirkan perguruan tinggi di bidang keolahragaan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan revolusi olahraga Indonesia menuju prestasi dunia serta berperan aktif menjadikan olahraga sebagai National Sport Branding.

Sebagai tindaklanjut dari arahan Bapak manteri Imam Nahrawi, kami telak melaksankan kegiatan Seminar dan Lokarya Ilmiah Rancang Bangun Kelembagaan Pendidikan, akhir tahun 2018 lalu. Semiloka ini telah menghasilkan rekomendasi-rekomendasi berupa dokumen-dokumen kelayakan akademik dan non akademik konsep pendidikan olahraga Indonesia, sekaligus mampu medirikan lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan tenaga-tenaga profesional di bidang Sport Science and Technology (sport scientech), Sport Industry (include: business and marketing), Sport of Law, Sport Media and Journalist, dll yang mampu memenangkan persaingan dan memiliki reputasi Internasional.

Fasilitas kegiatan belajar-mengajar POI saat ini. Tampak pada gambar, Menpora Imam Nahrawi berbincang dengan mahasiswa.

Guna mewujudkan hal tersebut Kemenpora mempersiapkan secara sungguh-sungguh, yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Lokakarya Rancang Bangun Kelembagan Pendidikan, khususnya di bidang keolahragaan.

Semiloka tersebut diselenggarakan pada tanggal 26 – 28 Desember di Belleza Hotel – Permata Hijau Jakarta, menghadirkan antara lain Menristek-dikti, Moh. Nasir dan dalam sesi talkshow yang didampingi oleh Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto, Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, dan Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali. Untuk materi-materi Semiloka akan membahas tentang Statuta, Kurikulum, Organisasi dan Tata Laksana, serta Sarana dan Prasarana Pendukung Industri Olympic Research and Olympic Centre.

Selain itu, para narasumber yang hadir, dari Kemenristek-dikti antara lain: Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. (Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti); Prof. Ismunandar, Phd (Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan); Dr. KH. Abdul Wahid Maktub (Staf Khusus Menristekdikti). Para narasumber lain yang akan hadir diantaranya: H. Abdillah, SE, M.Si (Sekretaris Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia), H. Ir. Alex Noerdin (Ketua Umum KONI Provinsi Sumatra Selatan) yang diwakil Kadispora Sumsel, Raja Sapta Oktohari (Ketua Umum HIPMI 2011-2014 dan Ketua Umum INAPGOC), Dr. KH Zastrouw Al Ngatawi (Budayawan dan Sosiolog).

Disamping itu, pelaksanaan Semiloka Ilmiah ini kami sounding-kan dengan gubernur di seluruh Indonesia. Yanki melalui undangan antara lain: Gubernur/Wakil Gubernur 34 Provinsi se-Indonesia, seluruh perwakilan dari Kementerian/Lembaga yang terkait dengan pemangku kepentingan olahraga nasional, segenap stakeholders olahraga nasional (BUMN dan swasta), Pimpinan Media Olahraga Nasional, Praktisi Pendidikan dan Keolahragaan, Para Atlet Olympian, dan masih banyak lagi dari unsur komponen kekuatan bangsa lainnya yang selama ini fokus terhadap perkembangan dan kemajuan olahraga nasional.

Bisa dijelaskan alasan-alasan  memilih Jakabaring Sport City sebagai pilot project POI?

Ya, pertama Jakabaring Sport City Palembang Sumatera Selatan adalah ext penyelenggaraan multi event yang ditunjang sarana-prasarana olahraga terlengkap dengan standar internasional pada saat ini. Jadi, di Jakabaring Sport City paling siap.

Bagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang, notabene ext PON, Riau, misalnya?

Benar. Ini, merupakan daerah-daerah yang akan menjadi prioritas kami. Sesuai dengan hasil Semiloka, POI secara bertahap akan hadir di provinsi di seluruh Indonesia dengan jurusan atau program studi (prodi) yang berbeda. Prodi ini akan disesuaikan dengan kebutuhan nantinya.

Sebagai contoh, untuk sementara, POI Palembang, Sumatera Selatan akan  membuka tiga Prodi dulu, yaitu: Manajemen Industri Olahraga, Kepelatihan Olahraga dan Analis Performa Olahraga.

Dan, sebagai informasi tambahan bahwa POI format administratif penyelengaraannya tidak sama dengan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), misalnya. POI tidak akan memberikan uang saku dan lain sebagainya kepada mahasiswa, karena POI adalah sama dengan lembaga pendidikan tinggi yang bersifat umum. POI bertujuan untuk menghasilkan teknokrat yang profesional di bidang keolahragaan.

Bisa digambarkan, seperti apa prospek alumni POI ke depan?

Dalam banyak diskusi saya katakan bahwa alumni POI tidak akan menganggur. Kami ingin mengatakan mari kita hilangkan stigma selama ini bahwa ilmu bidang keolahragaan hanya dipakai untuk tenaga  pendidik (guru) saja.

Sesuai dengan pengarahan Menpora, Bapak Imam Nahrawi dalam sambutan tertulisnya pada Semiloka kemarin. Di mana, beliau mengatakan konsep pendirian Politeknik Olahraga Indonesia – Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai Olympic Studies sekaligus sebagai Olympic Center.

Salah satu rekomendasi winning strategy dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengoptimalkan industri olahraga di tanah air.

Untuk dipahami, pemaknaan olahraga sebagai industri itu antara lain: Petama, memiliki nilai ekonomis (komersial) yang berpengaruh kepada kondisi sosial masyarakat lokal, nasional, dan global; Kedua, menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai/ manfaat ekonomis (selain nilai sosial dan politis); Ketiga, melibatkan kerjasama dengan industri-industri lain, misalnya perhotelan, transportasi, makanan/minuman, telekomunikasi, pariwisata dan hiburan, perbankan, konsultasi, kesehatan, dan sarana-prasarana; Keempat, terjadi mekanisme pasar, yakni adanya kebutuhan (demand) dari pelanggan dan adanya pemenuhan (supply) produk dari produsen; dan kelima, memerlukan manajemen sumber daya yang tepat dan efektif (strategi pemasaran, strategi pembiayaan) agar tujuan penyelenggaraan olahraga tercapai.

Jadi, ke depan sumber daya atau lebih tepat teknokrat profesional di bidang keolahragaan jebolan POI akan sangat dibutukan oleh pasar.

Bicara Olympic Studies sekaligus sebagai Olympic Center, kita telah ketinggalan jauh bila dibandingkan negara-negara Asia yang dunia olahragaannya mengalami perkembangnan amat pesat, China salah satunya. Oleh karena itu, kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Kementerian PANRB, semoga POI berjalan lancar sesuai dengan harapan kita bersama. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>