Pengprov Wushu DKI Seleksi Atlet Untuk Kejurnas Junior dan Pra Pon Papua

By on February 24, 2019
Herman pemilik klub Wushu Rajawali Sakti

KANALNEWS.co, Jakarta – Pengurus Provinss (Pengprov) Wushu DKI Jakarta menggelar seleksi atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Junior dan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Seleksi yang berlangsung di klub wushu Rajawali Sakti Pluit Mall Village Jakarta Barat tersebut diikuti lima puluhan lebih atlet dari 5 kelas berbeda.

Ketua Harian Pengprov Wushu DKI Jakarta Herman Wijaya mengatakan seleksi ini dilakukan untuk mencari atlet yang benar- benar berkualitas dan pantas membawa bendera DKI Jakarta di Kejurnas Junior maupun untuk Pra PON senior dan junior. Seleksi pun dilakukan secara terbuka dengan mendatangkan juri dari berbagai daerah.

“Di Jakarta banyak klub wushu yang memiliki atlet-atlet potensial. Oleh karena itu setiap klub diperbolehkan mengirim dua atletnya di setiap nomor. Agar seleksi ini berlaku adil dan mereka yang terpilih benar-benar yang terbaik, maka seleksi dilakukan secara terbuka. Pemilik klub maupun orangtua atlet dapat mengetahui hasil pencapaian anak didiknya karena nilai setiap penampil diperlihatkan secara terbuka,” kata Herman kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Kejurnas akan berlangsung di Bangka Belitung pada Mei mendatang, sekaligus menjadi babak kualifikasi PON untuk atlet junior. Sedangkan untuk atlet senior Pra PON pada Juni mendatang. Jadi setelah terpilih atlet yang akan mewakili DKI Jakarta nanti, maka latihan akan diintensifkan. Akan dilakukan sentralisasi.

Dalam seleksi ini, untuk Kejurnas Junior akan disaring 30 atlet dan untuk Pelatda PON lapis satu dibutuhkan 22 atlet dan lapis 2 10 atlet. Dan nanti aka nada lagi atlet potensial lainnya yang akan didaftarkan dalam pembinaan Dispora lewat program Pembinaan Prestasi Olahraga Berkelanjutan (PPOB).

Herman menambahkan, cabang wushu DKI di kancah olahraga nasional cukup diperhatikan oleh daerah-daerah lain. Selama ini prestasi wushu di tingkat nasional untuk Kejurnas di bawah Jawa Timur, sementara di PON berada di bawah Sumatera Utara.

“Persoalan yang kita hadapi sekarang ini adalah ketertinggalan kita dalam mempersiapkan diri menghadapi PON lantaran terjadinya prahara di KONI Provinsi DKI Jakarta dua tahun terakhir. Sementara daerah lain sudah jauh berjalan, kita baru mau start. Tapi saya yakin dengan persiapan yang pendek, asal maksimal dan didukung penuh oleh KONI DKI wushu DKI masih bisa mengejar ketertinggalan,” lanjut Herman Wijaya yang juga pemilik klub Rajawali Sakti ini.

Herman mengharapkan dengan sudah baiknya kepengurusan KONI DKI yang baru, maka program yang dibuat cabang wushu dapat di-support dengan baik. Bantuan dana pembinaan bisa diperoleh sesuai program yang sudah direncanakan.

“Untuk PON saya sudah mendatangkan pelatih asing satu orang. Kita berharap bisa ditambah satu lagi. Kemudian nantinya juga diharapkan KONI mendukung program kita untuk training center (TC) ke China sekitar satu bulan menjelang Pra PON,” ucap Herman.

Herman menyebutkan di PON nanti ada 23 nomor yang dipertandingkan. 12 nomor di santa dan 11 nomor dari taulo. Ia yakin asal seluruh program yang sudah dibuatnya didukung KONI DKI sesuai kebutuhan, 7 sampai 8 medali emas bisa diraih di PON nanti. Tapi kalau programnya tidak jalan tidak mungkin mencapai target.

Tim DKI menurutnya harus punya program seperti yang ada di Pelatnas. Kalau tidak bisa menyamai program Pelatnas, sulit untuk bersaing dengan Jawa Timur maupun Sumatera Utara. Di tambah lagi jam terbang harus banyak untuk bisa berbicara banyak di PON mendatang. (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>