Pecatur Putri Indonesia WGM Medina Warda Aulia Yakin Jadi Juara di Japfa Chess Festival 2018

By on November 16, 2018
utut1

KANALNEWS.co, Jakarta – WGM Medina Warda Aulia, pecatur putri Indonesia, hampir dapat dipastikan keluar sebagai pemenang pada Dwi Tarung Japfa Chess Festival 2018, setelah bermain remis di babak keempat melawan WGM Janelle Mae Frana dari Filipina, Jumat (16/11) sore, di Wisma Kemenpora, Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta.

Medina berpeluang besar meraih kemenangan di ajang ini,  hanya mendapat tambahan 0,5 poin setelah dipaksa bermain remis oleh Ma Frana pada langkah ke-45.

“Nyesel dan kecewa banget. Seharusnya saya bisa memenangkan pertandingan. Saya blunder di langkah ke-25,” kata Medina kepada para wartawan yang menghampirinya usai pertandingan.

Memperoleh tambahan 0,5 poin, Medina sekarang mengumpulkan 3 poin, sementara Mae Frana baru mendapat 1 poin.

Sabtu (17/11) pertarungan babak berikut yang merupakan di hari terakhir  Japfa Chess Festival 2018, Medina mengaku akan bermain lepas tanpa beban karena sebenarnya dia sekarang pada posisi menang. “Besok (Sabtu, 17/11–red) saya akan bermain lepas, karena sekarang udah pasti juara. Jadi, besok saya jangan sampai kalah aja. Setidaknya remis, jangan sampai kalah hehe..,” katanya semabari tersenyum manis.

Medina menjelaskan, Mae Frana yang dibabak keempat memainkan bidak putih dan memulai permainan dengan pembukaan Inggris, sempat tertinggal kualitasnya. Namun,  terlena karena unggul kualitas dan posisi, Medina jadi tertekan.

“Setelah unggul, saya jadi terlena. Ketika Mae Frana menekan, saya sempat tegang dan akhirnya pertandingan berakhir remis,” ujar Medina.

WGM Medina Warda Aulia (Indonesia, kanan berjilbab) dan WGM Janelle Mae Frana (Filipina) dalam Dwi Tarung Japfa Chess Festival 2018.

Dwi Tarung antara Media vs Mae Frana berlangsung sebanyak 5 babak. Sabtu (17/11) merupakan hari terakhir Japfa Chess Festival 2018 yang mempertandingkan 12 nomor.

Sementara itu, Ketua Umum PB PERCASI GM Utut Adianto, mengakui Medina merupakan salah satu pecatur putri Indonesia yang tangguh. Menurutnya, untuk mencapai tujuan menjadi pecatur profesional, Medina harus meningkatkan rating dengan mengikuti berbagai turnamen di luar negeri.

“Medina sampai saat ini mungkin  sudah 30 kali ikut turnamen di luar negeri, akan tetapi itu saja belum cukup untuk mengkatkan ratingnya dan dia harus lebih banyak lagi mengikuti turnamen guna untuk meningkatkan rating,” kata Utut Adianto.

Persoalannya sekarang adalah Medina masih kuliah. “Ya, Medina masih kuliah. Jadi, waktunya tak leluasa untuk mengikuti turnamen di lauar negeri. Ini saja (ikut Japfa Chess Festival 2018–red), kita harus pakai surat izin dari kampusnya,” tambah Utut Adianto.

Ketika ditanya, apakah dengan keterikatan Medina dengan kampus tersebut bisa memperlambat proses menuju kejenjang pecatur profesional, Utut Adianto, mengatakan, boleh jadi demikian. Karena, menurutnya, menuju ke level pecatur profesional harus diimabngi dengan peningkatan rating.

“Itu sebenarnya adalah pilihan. Ketika saya dulu, diawal sebelum GM, juga demikian. Saya dihadapkan pada pilihan kuliah atau menjadi pecatur profesioal.,,saya pilih ini (pecatur profesional–red),” kata Utut Adianto. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>