Menpora Imam Nahrawi Kritik INASGOC dan Internal Kemenpora

By on June 8, 2018
opl1

KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi melancarkan otokritik kepada jajarannya dan kepada Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC). Kritik terahadap internalnya adalah belum maksimalnya sosialisasi terhadap program Kemenpora kepada masyarakat.

Menpora menyatakan hal itu ketika memberikan arahan kepada pejabat Eselon I, II dan Staf Khusus Kemenpora yang berlansung di Auditorium, Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018.

Dalam prosentasinya, Imam Nahrawi menunjukan data hasil survei bahwa masyarakat kurang memahami tentang program yang dijalankan oleh deputi-deputi di lingkungan Kemenpora. Dikatakannya, kurang dari 5 persen masyarakat yang mengetahui kegiatan para deputi menyangkut kepemudaan dan olahraga.

“Saya ingin tanya kepada para deputi mengapa masyarakat sedikit sekali yang mengetahui program-program yang dijalankan oleh Kemenpora khusunys bidang kepemudaan dan olahraga? Ya. Ini pasti karena kurang sosialisasi dan informatingnya kurang lengkap. Oleh karena itu, ke depan, kita harus berubah dan harus berani bekerjasama dengan pihak lain untuk melakukan sosialisai dan sebagainya,” kata Imam Nahrawi.

Sementara, dari data hasil survei tersebut, Menpora juga menyebutkan 39 persen masyarakat Indonesia mengetahui tentang pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta – Palembang. “Pemahaman masyarakat, tentang Asian Games di Indonesia, terutama para pemuda lumaian angaknya mencapai 39 persen. Tapi, angka ini belum cukup, sosialisasi dan promosi Asian Games harus terus dilancarkan. Saya mohon kepada INASGOC untuk melakukan sosialisasi dan promosi yang mengena, yang mudah untuk dipahmi dan dicerna oleh masyarakat,” tandas Imam Nahrawi.

Dalam kesempatan itu, Menpora, menyoroti soal atheletic icons  Asian Games 2018 yang dipajang di sudut dan kiri-kanan jalan di Jakarta, sebagai kritik kepada INASGOC. Menurutnya, jika dihubungkan dengan kejayaan masa lalu yang pernah diraih oleh atlet-atlet nasional, maka model atlet yang dipajang INASGOC tidak proporsional.

“Mengapa INASGOC memasang model atlet yang tidak jelas. Coba, kita punya atlet legendaris bulutangkis, misalnya. Mengapa  itu tidak dipasang. Ini penting karena masyarakat kita merasa memilikinya, dan yang lebih penting lagi bahwa Asian Games untuk menguntungkan atlet Indonesia sebagai tauan rumah, karena itu jangan dipanjang model atlet asing,” kata Menpora.

Ketika menyinggung Asian Para Games 2018 yang waktu pelaksanaannya hampir bersamaan dengan Asian Games 2018, Imam Nahrawi, menggarisbawahi agara program sosialisasi dan promosinya ditingkatkan, karena sampai saat ini hanya 17 persen saja masyarakat Indonesia yang mengetahui bahwa Asian Para Games 2018 diselanggarakan di Indonesia.

“Setealah logo Asian Para Games 2018 dipajang di Gerbang masuk kantor Kemenpora, gencarkan lagi kegiatan promosi dan sosialisasinya agar masyarakat lebih mengetahunya,” kata Imam Nahrawi.

Pada bagian lain, Menpora mengucapkan terima kasih terhadap kerja keras seluruh pegawai di Kemenpora terkait capaian laporan hasil Pemeriksaan BPK RI Semester II Tahun 2017 yang memperoleh status Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh karyawan karena tahun ini opini kita sudah naik dari disclamiar menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP), itu semua adalah perjuangan ibu bapak semua ynag ingin ada perubahan yang lebih baik,” kata Imam Nahrawi.(mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>