KANALNEWS.co, Jakarta – Tokoh olahraga nasional Letjen TNI (Purn) Marciano Norman optimistis lolos dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 yang berlangsung 12 hingga 22 Juni 2019 setelah mendapat dukungan dari 35 induk cabang olahraga (cabor). Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) digelar pada 2 Juli mendatang.

Dalam sambutannya dihadapan para pengurus cabor dan para pemilik suara sah KONI Pusat, mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) itu menyebutkan satu persatu cabor dan badan fungsional yang mendukung pencalonannya tersebut yaitu judo, ju jitsu, kurash, angkat besi, bulutangkis, panahan, berkuda, tenis meja, tarung derajat, bola tangan, atletik, woodball, layar, berkuda, dayung, bridge, senam, tarung derajat, baseball-softball, menembak, menyelam, pencak silat, yangmodo, golf, IMI, triathlon, tinju, taekwondo, ragbi, barongsai, aero sport, arung jeram, korfball, voli,  dan Bapomi.

“Tadi yang saya sebutkan satu persatu itulah cabor yang secara resmi mendukung saya. Terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Hingga pagi ini, saya sudah menerima 35 induk cabor yang mendukung pencalonan saya. Sampaikan kepada teman-teman (cabor) yang lain untuk untuk bersatu membangun olahraga Indonesia menjadi lebih baik. Dengan dukungan ini, tentu saya optimis untuk maju dalam pencalonan Ketua Umum KONI mendatang,” kata Marciano di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (15/6/2019).

Marciano Norman dan pengurus cabor pendukung

Dalam acara “Tatap muka dan Dialog, dalam rangka memajukan prestasi olahraga Indonesia itu, menurut Maciano selain didukung oleh 35 induk cabor, dalam pencalonannya menuju KONI 1, Dia juga telah mendapat dukungan yang cukup dari KONI Provinsi. Dengan dukungan dari para stakeholder dan pemilik suara sah dalam Musornas mendatang mantan Pangdam Jaya itu akan memberikan jiwa raganya untuk kemajuan olahraga Indonesia.

“Dengan dukungan dan dorongan dari rekan-rekan sekalian, Insya Allah jika Tuhan mengizinkan dan melancarkan, saya akan ikut dalam kompetisi calon ketua umum KONI 2019-2023. Saya akan mendarma baktikan jiwa dan raga saya sebagai ladang pengabdian kepada bangsa dan negara. Ini adalah pengabdian tiada akhir dan salah satu wujud lahan pengabdian seorang prajurit,” ungkap mantan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dua priode itu.

Pembina Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) itu berjanji, jika nantinya terpilih dan mendapatkan amanah menjadi Ketua Umum, Ia akan melanjutkan program-program pengurus KONI yang sudah berjalan baik dan mempererat kerja sama dengan semua cabang olahraga dan KONI Daerah. Selain melanjutkan program yang sudah baik Ia juga mengingatkan akan membuat sejumlah terobosan atau improvisasi dengan mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) untuk memoderenisasi KONI dengan melibatkan para profesional yang ahli dibidangnya masing-masing.

“Mari kita bersatu bersama-sama bergandeng tangan. Saya akan datangi satu per satu cabor untuk berdiskusi mengenai apa yang bisa saya kerjakan dan apa yang sudah dilakukan cabor dan perlu dukungan dari kita. Hanya dengan bersatu kita mampu memajukan olahraga Indonesia,” katanya.

Kompleks olahraga Gelora Bung Karno Senayan yang modern dengan fasilitas standar internasional kini telah menjadi ikon baru olahraga Indonesia usai perhelatan Asian Games 2018, namun sayangnya fasilitas mewah dengan sarana dan prasarana yang lengkap itu tidak dapat dirasakan oleh semua cabor hanya beberapa cabor saja yang sanggup untuk membayar sewa. Marciano menjanjikan dalam 100 hari kerjanya jika terpilih akan memprioritaskan keluhan cabor kepada pihak terkait baik Sekneg maupun Pemda DKI.

“Itu akan menjadi prioritas utama 100 hari pertama jika saya menjadi ketua KONI. Saya akan membantu memfasilitasi cabor dan Kementerian Sekretaris Negara untuk menggunakan fasilitas olahraga di kompleks Gelora Senayan Jakarta dan juga Pemprov DKI,” ujarnya.

Indonesia selama ini, sambungnya, punya prestasi luar biasa, seperti bulutangkis, panahan, dan angkat besi yang selalu menyumbangkan medali di setiap event seperti SEA Games, Asian Games bahkan Olimpiade. Karena itu, harus dijaga dan ditingkatkan.

Sedangkan di program sarana dan prasarana, Marciano akan berusaha menciptakan sarana yang memiliki standar internasional di sekolah-sekolah maupun di kampus. Dirinya tidak ingin sampai kesalahan. Sarana yang ada atau dibangun ketika PON sebelumnya, harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. (WAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here