KPAI Nilai Sudah Ada Penurunan Brand Djarum di Audisi Purwokerto

By on September 9, 2019
Audisi Djarum Purwokerto 1

KANALNEWS.co, Purwokerto – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan adanya atribut perusahaan rokok dalam Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Djarum menunjukkan adanya kegiatan promosi rokok.

Hal itu ditegaskan oleh Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty yang  meminta agar Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum untuk tidak lagi menggunakan atribut milik perusahaan rokok dalam kegiatan pembinaan olah raga bagi anak-anak. “Ini yang kita kritisi. Terlebih karena yang menjadikan model promosi, dari kalangan anak-anak,” katanya kepada wartawan di Purwokerto, Senin (9/9/2019).

KPAI menurut Sitti tidak pernah dan tidak ingin membubarkan kegiatan kompetisi beasiswa bulu tangkis yang diselenggarakan PB Djarum. Namun, KPAI hanya meminta agar segala atribut perusahaan rokok, tidak digunakan di ajang kompetisi yang melibatkan anak-anak tersebut. “Sebetulnya sih sederhana saja, kalau semua brand itu diturunkan, itu selesai,” katanya lebih lanjut.

Siti merujuk pada UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan, rokok merupakan salah satu produk yang mendapat pembatasan peredaran, promosi, dan interaksi anak-anak. Berdasarkan UU tersebut, segala bentuk yang terkait peredaran dan promosi produk rokok dilarang melibatkan anak-anak. Belum lagi terkait dengan aturan pajak terkait kegiatan promosi yang dilakukan.

“Dengan menggunakan atribut perusahaan rokok, mestinya ada aturan pajak yang dikenakan dalam hal promosi yang dilakukan,” paparnya.

Berdasarkan pantauan pada penyelenggaraan audisi beasiswa Djarum yang kini sedang berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Sitti menyebutkan, bentuk eksploitasi anak dalam bentuk penggunaan atribut perusahaan rokok dalam audisi tersebut sudah menurun. Ia mencontohkan kaos yang dipakan sudah tidak lagi memuat logo Djarum. Sayangnya pihak penyelenggara masih menjadikan anak sebagai papan logo rokok.

“Itu dikartu pesertanya masih ada yang pakai logo Djarum,” ungkap Sitti.

Tentunya dari hasil temuan dilapangan pada audisi bulutangkis di Purwokerto ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi KPAI. Bahkan, ia mengatakan, evaluasi ini akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait yakni Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Kami memberikan kesempatan untuk menyelesaikan audisi sampai satu putaran. Artinya nanti sampai final di Kudus. Untuk itu, evaluasi penyelenggaraan  dari satu kota ke kota lain, akan menjadi bahan evaluasi kita kedepannya,” pungksnya. (ANT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>