Kemenpora Hapus Event PON Remaja, Ini Alasannya

By on October 12, 2016
pon remaja logo

KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan membatalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Remaja. PON Remaja ketiga akan berlangsung di di Jawa Tengah pada tahun depan.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan, salah satu pertimbangan Kemenpora membatalkan PON Remaja adalah penyelenggaraan eventnya hampir sama dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Selain efisiensi anggaran kami juga harus bisa memilih salah satu antara PON Remaja dan Popnas. Sesuai arahan Pak Menteri akhirnya kami memilih meniadakan PON Remaja,” kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (11/10).

Untuk meniadakan Popnas atau PON Remaja, Gatot mengakui Kemenpora telah melakukan kajian sehingga diketahui keunggulan dan kelemahan masing-masing event. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum memberikan keputusan resmi terkait pembatasan PON Remaja yang rencananya digelar Juni 2017.

“Kita pilih Popnas, karena event ini mempertandingkan cabang olahraga yang banyak dipertandingkan pada kejuaraan-kejuaraan internasional. Sedangkan untuk PON Remaja cabang olahraganya dinilai tidak terlalu signifikan untuk jenjang berikutnya,” katanya lebih lanjut.

Gatot yang menjabat Deputi III bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpor itu mengakui kedua event olahraga remaja itu semuanya ada plus minusnya. Tapi sebagai penanggung jawab olahraga di Indonesia, pihaknya harus segera punya sikap dan untuk menindaklanjuti keputusan penghentian PON Remaja dengan segera melakukan koordinasi dengan KONI Pusat maupun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Hal ini dilakukan agar KONI Pusat segera menginformasikan masalah ini ke KONI provinsi. Begitu juga gubernur Ganjar Pranowo. Kami juga akan mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Tengah supaya persiapan yang dilakukan tidak terlalu jauh. Mumpung masih segini,” ujarnya.

Meski berencana membatalkan pelaksanaan PON Remaja, pihak Kemenpora juga mengakui jika bukan perkara mudah karena ada prosedur yang harus dilalui. Untuk teknisnya pembatasan ini harus melalui rapat anggota tahunan (RAT) KONI Pusat.

“Memang lewat RAT pembahasannya, itu mereka yang gelar. Yang jelas, kami harus pilih Popnas dibanding PON Remaja karena kami yang memfasilitasi nanti,” kata Gatot menegaskan.

PON Remaja yang sebelumnya menjadi jenjang atlet mempertandingkan 23 cabang olahraga dan batasan usia atlet yang bisa turun dikejuaraan ini adalah 17 tahun. Sedangkan Popnas yang dijadwalkan digelar di Jawa Tengah, September 2017 mempertandingkan 20 cabang olahraga. (Herwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>