KANALNEWS.CO., Petaling Jaya – Penundaan pelaksanaan Olimouade Tokyo ke ahun 2021 tampaknya membuat asosiasi bulutangkis Malaysia merasa ambisi mereka mendapat medali emas pertama menjadi semakin jauh.

Kekhawatiran ini diungkapkan oleh pelatin nasional asosiasi bulu tangkis Malaysia (BAM) asal Indonesia, Hendrawan.

Malaysia sangat berharap dapat mendulang medali melalui tunggal putera mereka, Lee Zii Jia. Pemain peringkat 10 dunia ini dianggap mampu menggantikan legenda Malaysia, Lee Chong Wei dalam persaingan tingkat duinia.

Zii Jia belakngan mengalami kenaikan pesat dalam karirnya, hingga mampu lolos ke babak semifinal turnamen All England, Maret lalu.

Namun merebaknya virus Covid-19, membuat BAM mengambil langkah dramatis dengan menutup pelatnas dan meminta pemain berlatih secara mandiri.

Hal inilah yang mengkhawatirkan Hendrawan. Juara dunia 2001 ini menganggap para pemain muda Malaysia masih sulit untuk berdisiplin saat berlatih mandiri. “Pembatalan pertandingan akan berpengaruh pada irama berlatih para pemain muda ini. Saya khawatir mereka belum cukup matang untuk menghadapi keadaan ini,” kata Hendrawan.

Selain Zii Jia, harapan muda Malaysia lainnya adalah Cheam June Wei yang tampil cemerlang di Kejuaraan Beregu Asia di Manila, Filipina bulan lalu. Ia sebenarnya akan diturunkan pada Swiss Open pada 17-22 Maret namun batal karena adanya Covid-19.

“Para pemain muda kami sebenarnya sedang dalam semangat tinggi. Tetapi kondisi sekarang sangat berpengaruh kepada kondisi dan kesiapan mereka,” kata Hendrawan lagi. Ia sendiri pesimistis keadaan akan cepat pulih sekalipun pemerintah menyabut pembatasan keluar pada 14 April mendatang.

“Saya hanya bsia menasihati mereka agar tetap menjaga kebugaran. Saya akan berbicara dengan mereka apabila pelatnas dibuka kembali,” ungkap Hendrawan lagi.

Malaysia beberapa kali melolsokan pemainnya ke final bulu tangkis Olimpiade. Namun para pemain tersebut selalu kandas di partai akhir. Tunggal putra legendaris mereka, Lee Chong Wei lolos dalam 3 Olimpiade, namun selalu kandas dan harus puas dengan medali perak. (thestar/tjahjo)