Pemerintah Jamin Komoditas Pangan Strategis Tidak Naik

By on May 17, 2018
cabai besar

KANALNEWS.co, Jakarta – Pemerintah menjamin harga komoditas pangan strategis tidak naik selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Kepastian harga pangan itu tetap stabil usai diungkapkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman usai berdiskusi dengan sejumlah asosiasi pengusaha yang sepakat tidak menaikkan harga.

“Kami sudah diskusi dengan semua asosiasi ayam, pengusaha telur, beras, daging, kita sepakat jangan naikkan harga karena stok lebih dari cukup,” kata Mentan melaporkan perkembangan stok komoditas strategis kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Kamis (17/5/2018).

Menurutnya, apabila ada pengusaha yang menaikkan atau memainkan harga maka pemerintah akan langsung memberikan sanksi tegas. Sanksi tersebut berupa pencabutan izin usaha, hingga pencabutan izin rekomendasi impor dari Kementerian yang dipimpinnya. “Kalau yang khusus lewat Kementerian Pertanian kami pasti beri sanksi, katakanlah impor daging pasti kami sanksi tegas kalau coba mainkan harga,” katanya lebih lanjut.

Mentan optimistis tidak ada daerah yang mengalami kekurangan stok pangan, pasalnya Bulog telah menyiapkan stok yang cukup bagi kebutuhan masyarakat saat Ramadhan maupun Lebaran.

Amran optimistis stok bahan pokok saat ramadan hingga lebaran dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami laporkan ke beliau (Wapres) bahwa stok kita posisi aman, karena kita persiapkan 2 bulan, bahkan 3 bulan sebelum,” ungkapnya.

Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan bawang sudah ditanam sekitar 3 bulan sebelum ramadan. Sehingga dia optimistis hasil panen kedua komoditas tersebut berada diatas 20 persen. Adapun, usia panen cabai dan bawang yakni 3 bulan. Selain itu stok telur ayam dan ayam potong untuk ramadan dan lebaran sangat mencukupi.

“Telur kita sudah ekspor, berarti suplainya lebih, ayam juga sudah ekspor, dalam sejarah pertanian Indonesia kita pertama ekspor ke negara jepang, kita ekspor ke tiga negara,” kata Amran.

Petani jagung Indonesia menurutnya juga telah meningkatkan ekspor yang cukup tinggi yakni sekitar 6,11 persen. Dengan demikian, total keseluruhan ekspor pertanian Indonesia pada 2017 naik 24 persen dengan nilai sekitar Rp 400 triliun. Amran optimistis, kondisi positif ini harga komoditas pangan strategis tidak akan naik. (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>