Kepala BMKG Ingatkan Gempa Besar Akan Landa Jakarta

By on March 1, 2018
gempa bumi

KANALNEWS.co, Jakarta – Masyarakat Jakarta diingatkan akan terjadinya gempa yang pasti akan melanda Ibu Kota. Sejumlah gedung pencakar langit berdiri kokoh di Jakarta dan hal itu sangat berisiko tinggi mengundang bencana. Untuk mengantisipasi bencana besar yang terjadi pemerintah provinsi DKI Jakarta sedini mungkin menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah kemungkinan tersebut.

“Apa pun kajian para pakar nantinya itu, yang pasti gempa masih akan terus terjadi dan itu termasuk di Ibu Kota Jakarta yang banyak gedung-gedungnya. Jadi, kapan dan berapa itu yang kita belum bisa memastikan. Yang pasti, akan terjadi,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati pada diskusi di Auditorium BMKG, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Pada diskusi yang membahas kemungkinan terjadinya gempa bumi megathrust 8,7 dan kesiapan Jakarta menghadapinya itu, Dwikora mengatakan, meski waktu dan besarnya gempa tersebut belum bisa diketahui, masyarakat harus tetap waspada. “Semua pihak, baik masyarakat mau pun pemerintah, harus siap mengambil sikap sejak saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, Jakarta menjadi salah satu yang diperhatikan karena tanah di Jakarta bersifat lunak sehingga guncangan gempa bisa lebih terasa kencang. “Tanah endapan rawa yang apabila mengalami gempa entah dari mega thrust atau patahan, entah dari mana sumber gempanya itu, guncangannya dapat terasa kuat,” tambah Dwikorita.

Ia menambahkan, beberapa daerah di Amerika, seperti San Fransisco dan Los Angeles, telah menyiapkan mitigasi gempa. Mitigasi gempa tersebut bahkan telah dilakukan sejak bertahun-tahun yang lalu.

Mantan rektor UGM ini pun meminta pemerintah untuk segera menetapkan kebijakan terkait mitigasi gempa. “Yang jelas, kami mohon dari BPBD atau pemprov, mumpung belum telanjur, dapat segera menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mitigasinya,” ujar dia.

Salah satu kebijakan mitigasi itu, kata Dwikorita, adalah mengaudit gedung-gedung di DKI Jakarta. Pemerintah harus menelisik apakah konstruksinya sudah sesuai bangunan yang ada di daerah rentang gempa. Dwikorita mengatakan, bangunan yang aman gempa bukan berarti tetap berdiri kokoh meski terjadi gempa besar. Ia menjelaskan, bangunan yang aman adalah yang bisa bertahan cukup lama sampai orang di dalamnya menyelamatkan diri.

“Konstruksi bangunan harus ringan. Dengan begitu, apabila terpaksa ada yang terkena reruntuhan, orang tersebut tidak terluka parah atau terbunuh,” ujarnya.

Selain mengatur secara pemenuhan fasilitas, Dwikorita juga mengatakan, edukasi terkait penanganan gempa pun tidak kalah penting. Anak-anak harus diajari sejak dini apa saja yang mesti dilakukan saat terjadi gempa. (MUL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>