Kementerian PUPR Siap Hadapi Musim Hujan 2018

By on November 1, 2018
pu2

KANALNEWS.co, Jakarta – Curah hujan tinggi diatas normal terjadi pada bulan November 2018, diperkirakan akan melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barta, Bengkulu, Kalimantan bagian utara dan barat serta sebagian besar wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Berdasarkan perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (GMKG) puncak musim hujan terjadi pada bulan November – Desembar akan melanda sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan dan sebagian kecial Pulau Jawa dan Sulawesi.

Hal tersebut diatas dikemukakan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi pada jumpa pers yang diselenggarakan di Media Center, Kementerian PUPR, Kamis (1/11/2018).

Selain Dirjen SDA hadir pula sebagai narasumber dalam kesempatan itu antara lain Muhammad Arsyadi, ME, Ir. Fauzi Idris, Ir. Edy Juharsyah, M.Tech, Ir. Jarot Widyoko, Sp.1 dan DR.Ir. Ni Made Sumarsih, M.Eng.

Dijelaskan, akibat terjadinya curah hujan tinggi diatas normal, Kementerian PUPR, melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) telah mengetahui beberapa daerah di Indonesia yang berpotensi dilanda banjir. “Potensi banjir diperkirakan terjadi di 31 kota/kabupaten dan 73 kecamatan di Pulau Sumatera dan Kalimantan pada bulan November ini,” kata Hari Suprayogi.

Untuk mengantisipasi dampak banjir tahun 2018, Ditjen SDA, Kementerian PUPR, telah melakukan berbagai pekerjaan seperti membangun pengendalian banjir sepanjang 195 kilometer (Km), merehabilitasi pengendali banjir sepanjang 7 Km, pemeliharaan tanggul dan tebing sungai sepanjang 3.725Km, dan memelihara kanal banjir sepanjang 164 Km.

Disamping itu, Ditjen SDA telah melakukan penelusuran sungai-sungai yang menyebabkan terjadinya banjir sebagai upaya Kementeria PUPR mengurangi dampak banjir tahun 2018.

Dirjen SDA, Hari Suprayogi (tengah) memberikan penjelasan terkait penanggulangan dan pengendalian banjir tahun 2018.

“Ditjen SDA juga melakukan penelusuran (walkthrough–red), terhadap sungai-sungai utama di seluruh Balai Wilayah Sungai/Balai Besar Wilayah Sungai (BWS/BBWS) sepanjang 54 Km. Dari hasil updating tahun 2018, diketahui saat ini 42 Km sungai yang berada dalam kondisi kritis dan sampai dengan saat ini kurang lebih sepanjang 30 Km yang telah ditangani,” kata hari Suprayogi.

Pada kesempatan itu, Hari Suprayogi juga menjelaskan, telah menyiapkan Pos Komado (Posko) penanggulangan banjir yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.Menurutnya, posko-posko tersebut dilengkapi dengan petugas yang diangkat melalui Surat Keputusan Dirjen SDA No.52/KPTS/D/2018 tentang Piket Komando Penanggulangan Bencana, Ditjen SDA telah menetapkan personil yang bertugas untuk melaporkan kejadian bencana serta dampak yang ditimbulkan.

“Jadi, kami dari Kementerian PUPR telah menyiapkan Posko, Satgas, Tanggap Darurat di setiap BWS/BBWS di 34 provinsi di Indonesia,” kata Hari Suprayogi.

Untuk mendukung kelancaran petugas dalam melakukan penanggulangan banjir, Ditjen SDA telah menyiapkan 657 unit peralatan yang terdiri excavator, amphibious excavator, mobilepump, dump truck, trailer truck, pick up, mesin outboard dan perahu karet. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>