Gubernur DKI Jakarta Buka JFFF 2018

By on April 9, 2018
Gubernur DKI Jakarta Buka JFFF 2018

KANALNEWS.co, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi pelaksanaan Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2018. JFFF merupakan sebuah festival tahunan persembahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan PT Summarecon Agung Tbk, didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Kementerian Perdagangan RI.

“Fashion dan khususnya kuliner bisa menjadi alat diplomasi yang luar biasa. Saya apresiasi sekali. Kita tahu betapa dahsyatnya makanan Indonesia, makanan Indonesia bisa sebagai alat diplomasi yang luar biasa, Makanan memiliki efek besar untuk diplomasi, fashion juga,” ujar Anies saat membuka JFFF 2018 di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (7/4) malam.

JFFF menurut Anies adalah ajang unjuk gigi para pegiat fesyen dan kuliner di Indonesia khususnya Jakarta sebagai tuan rumah sehingga mereka bisa dikenal di dunia internasional. “Kami berharap melalui festival ini, karya-karya ahli yang bergerak dibidang fashion, kuliner memiliki tempat untuk tunjukkan karyany. Anda ingin lihat makanan asli Indonesia, fashion Indonesia. Ayo datang ke JFFF, di sini tempatnya,” ujar Anies yang mempromosikan JFFF.

pembukaan JFFF 2018 ok

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk. Adrianto Pitoyo Adhi dalam laporannya kepada Gubernur mengatakan perhelatan JFFF telah berlangsung untuk yang ke-15 kalinya. Dan event tahunan ini juga menggandeng para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ditempatkan di Kampoeng Tempo Doloe (KTD).

“Khusus KTD ada 100 pedagang kuliner dimana 60 persen di antaranya UKM. Sementara untuk Fashion Village juga ada 90 stan dan 70 persen di antaranya UKM juga,” ujarnya.

Pihaknya berharap JFFF bisa digelar berkelanjutan dan menjadi kalender tahunan dengan dukungan dari pemerintah sebagai upaya menumbuh kembangkan industri kreatif khususnya fashion dan kuliner di Indonesia.

Tari kolosal pembukaan JFFF 2018

Berikut jadwal JFFF 2018 :

FASHION FESTIVAL (11 – 29 April 2018)

Fashion Festival yang difokuskan untuk menjadi wadah kreativitas dan inovasi para pelaku industri fashion, akan menghadirkanperagaan busana para desainer Tanah Air dalam ragam presentasi tren terkini dengan sentuhan budaya dan tradisi Nusantara. Selain itu, akan ada Fashion Village dengan aneka ragam kekayaan budaya yang diterjemahkan secara kreatif dalam berbagai produk lokal berkualitas internasional dalam konsep bazar trade show. Tak ketinggalan juga ajang penyaluran bakat serta penghargaan dalam bidang mode yaitu Gading Model Search (GMS), GMS Kids, Next Young Promising Designers (NYPD), danFashion Icon Awards (FIA).

Rangkaian program Fashion Festival diawali dengan bazaar fashion Indonesia, Fashion Village pada 11 – 29 April 2018 di sepanjang koridor lantai dasar Summarecon Mal Kelapa Gading (MKG) 3-5. Fashion Village menghadirkan kurang lebih 90 booth UKM, dan juga bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, serta beberapa institusi fashion Indonesia seperti Cita Tenun Indonesia, Yayasan Batik Indonesia, para desainer Indonesia yang tergabung dalam APPMI dan IPMI, maupun para desainer independen. Menghadirkan ragam koleksi busana terbaru para desainer ternama Indonesia, pilihan kain Nusantara, koleksi busana ready to wear, hingga produk aksesoris kualitas terbaik dari para UKM maupun brand-brand lokal.

Tahun ini rangkaian fashion show di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading dimulai pada 19 – 26 April, sedangkan rangkaian fashion show di The Forum, Mal Kelapa Gading 3 pada 20 – 29 April. Berikut adalah beberapa desainer yang akan tampil dalam show tunggal JFFF 2018: Eddy Betty, Jenahara, Marga Alam, dan Mel Ahyar. Tidak hanya itu, mini show dan parade show juga akan menyemarakkan panggung JFFF dengan lebih dari 50 desainer kenamaan Indonesia.

Salah satu yang istimewa dari Fashion Festival 2018 adalah menampilkan peragaan busana pembuka di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading bertajuk ‘On Fleek’ untuk merepresentasikan tren kekinian melalui mini show tiga desainer muda berbakat pada 19 April, yaitu Albert Yanuar, Patrick Owen, dan Yosafat Dwi Kurniawan. Selain peragaan busana, para pemenang Gading Model Search dan Next Young Promising Designers juga diumumkan ke khalayak mode.

Persembahan istimewa dari Fashion Festival juga akan ditampilkan dalam puncak acara JFFF Awards pada 26 April. Selain memberikan penghargaan Fashion Icon Awards kepada tiga tokoh fashion Indonesia, JFFF Awards juga menampilkan fashion show bertema ‘Kinasih’ dari Eddy Betty yang mengangkat kebaya, didukung dengan kain-kain batik produksi Sida Mukti.

FOOD FESTIVAL (5 April – 6 Mei 2018)

Food Festival yang mewakili sektor industri kuliner, menghadirkan ragam makanan dan minuman khas Nusantara sekaligus aktivitas pertukaran antar budaya mancanegara melalui Kampoeng Tempo Doeloe serta Wine & Cheese Expo. Kembali lagi tahun ini masih dengan konsep #RunForFun namun dengan nama baru, adalah JF3 RUN yang kian spesial dengan Grand Prize mengikutiBudapest Marathon.

Food Festival dibuka dengan Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) mulai 5 April hingga 6 Mei 2018 di La Piazza, yaitu sebuah area yang mewadahi kurang lebih 100 booth kuliner, dengan 60% persentasenya adalah peserta UKM. KTD telah menjadi favorit masyarakat karena sajian kuliner khas Nusantaranya yang sangat beragam, mencapai kurang lebih 200 variasi menu.

Tahun ini tema dekorasi yang diambil KTD adalah “Tropical Garden”, selaras dengan lokasi yang menjadi latar belakang iklan JFFF tahun ini, di antaranya Taman Wisata Alam Mangrove, Taman Suropati, dan Taman Langsat. Hal ini bertujuan untuk turut mempromosikan area-area hijau yang ada di Jakarta, agar lebih dikenal masyarakat.

Merepresentasikan Jakarta, KTD menghadirkan beberapa menu khas Betawi seperti Kerak Telor, Nasi Uduk, dan Rujak Juhi. Selain itu, setelah sukses menyelenggarakan Kompetisi Mie Warisan Nusantara tahun lalu yang memberikan kesempatan kepada pemenang utama, yaitu Cwie Mie Malang Regia, membuka usaha di MKG dan juga sebagai bentuk dukungan JFFF bagi UKM dalam mengembangkan usahanya, maka tahun ini KTD mengangkat Soto Nusantara yang sekaligus mendukung program Bekraf untuk mempromosikan Soto “A Spoonful of Indonesian Warmth” ke dunia. Sebagai tahap pertama, tim telah melakukan Kurasi Soto di beberapa wilayah Indonesia, serta dilanjutkan dengan Kompetisi Soto Indonesia.

Berikut adalah 10 Soto Nusantara yang dapat Anda cicipi kelezatan rasanya di KTD 2018:

(1) Coto Makassar H. Daeng Tayang, (2) Pallubasa Onta Makassar, (3) Soto Betawi H. Mamat, (4) Soto Kadipiro Yogyakarta, (5) Soto Kesawan Medan, (6) Soto Madura Bpk. H. Ngatidjo, (7) Soto Padang H. St. Mangkuto, (8) Soto Jakarta Pak H. Yus, (9) Soto Trisakti Solo, (10) Tauto Bumbu Pekalongan.

Bagi pedagang soto yang tercatat mendapatkan penjualan tertinggi selama KTD 2018 akan diberikan peluang membuka usaha di MKG. KTD juga mengadakan Kompetisi Desain Booth Soto yang berhadiah uang tunai senilai Rp 30juta.

Event lainnya dalam rangkaian Food Festival JFFF yaitu sebuah expo yang diharapkan dapat terjadi kegiatan pertukaran budaya dan semakin meningkatkan citra positif budaya Indonesia di mata dunia internasional, dimana di dalamnya hadir ekshibisi varian produk keju, coklat, bahan masak, hingga wine dengan partisipasi serta kemitraan dengan beberapa kedutaan negara sahabat seperti Hungaria dan Australia.

Wine & Cheese Expo hadir mulai 5 – 29 April di Multi Purpose Hall, La Piazza. Selain expo, Wine & Cheese Expo juga menjadi termpat diselenggarakannya kompetisi bagi para seniman penyaji wine atau lebih dikenal dengan istilah Sommelier, di antaranya Jakarta Best Sommelier Competition pada     9 April 2018. Pengalaman dengan Chef terkemuka juga dihadirkan dalam Wine Dinner with Chef Adhika Maxi dan Chef Stefu Santoso by Yukmakan. Wine & Cheese Expo 2018 juga mengadakan Thai Cooking Food Contest by Tourism Authority of Thailand & Yukmakan.com, Cooking Demo, dan Eating Competition.

Melengkapi kemeriahan Wine & Cheese Expo, kembali hadir ajang lomba lari Jakarta Wine & Cheese Run namun dengan nama barunya tahun ini, yaitu JF3 RUN pada 22 April. Walau berganti nama, namun konsep #RunForFun yang diusung tetap sama uniknya, yaitu peserta berlomba lari dengan mengenakan kostum sesuai tema tahun ini ‘Carnival Around The World’. Tak hanya 10 km, peserta juga dapat memilih jarak tempuh 5 km, serta 1,2 km KidsDash untuk anak-anak. Kembali didukung oleh Kedutaan Hungaria, tahun ini enam orang pemenang berdasarkan kategori Best Timing, Best Costume, dan Lucky Draw akan mendapatkanGrand Prize mengikuti Budapest Marathon di Hungaria.

Berbagai hadiah menarik juga menjadi penyemarak, karena selain tersedia hadiah uang tunai jutaan Rupiah maupun berbagai merchandise, pemenang mendapatkan paket wine dengan berat yang sama dengan berat badan pemenang dewasa, dan paket buah dengan berat yang sama dengan berat badan pemenang KidsDash.  (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>