BNPB Siapkan Dua Cara Ampuh Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

By on July 15, 2019
kebakarn hutan1

KANALNEWS.co, Jakarta – Pada musim kemarau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dua cara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni dengan water bombing atau bom air dan membuat hujan buatan.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo  menjelaskan, kedua cara tersebut telah dilakukan untuk menangani asap yang berasal dari karhutla. “Sudah dilakukan, sudah dipantau juga. Sehingga ada berbagai gabungan (untuk menanggulangi asap karhutla),” kata Agus di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (15/7/2019).

Agus menjelaskan, water bombing dengan menjatuhkan air ke titik panas dengan menggunakan helikopter dan membuat hujan buatan. “Selain water bombing kita juga pakai namanya teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan. Itu sudah ada,” katanya lebih lanjut.

Di samping melakukan penanggulangan, BNPB juga menyiapkan langkah-langkah pencegahan agar karhutla tak kembali terjadi. Langkah pencegahan ini dilakukan oleh tim gabungan yang disebar ke enam provinsi rawan karhutla, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“BNPB juga bekerja sama dengan TNI akan mengirim untuk setiap provinsi tadi masing-masing kurang lebih 1.500 orang tentara dan gabungan. Jadi tentara ini akan bekerja di lapangan nanti, akan membantu atau mengamankan,” jelasnya.

Karhutla yang selama ini terjadi, kata Agus, 99 persen karena ulah manusia. Menurutnya, manusia dengan sengaja membakar lahan untuk menanam tanaman baru di atasnya. Karena itu, langkah pencegahan karhutla menjadi fokus pemerintah untuk tahun 2019 ini.

“Kita kirimkan personel gabungan TNI dan lainnya untuk ke diturunkan ke daerah-daerah. Pertama untuk sosialisasi bahwa membakar hutan tidak bagus. Kemudian juga akan memberi masukan-masukan,” kata Agus.

Ia menyampaikan, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo, meniru apa yang telah dilakukannya di Sungai Citarum, yakni melakukan pendekatan ke masyarakat. Tim gabungan diturunkan untuk membantu dan mendekati masyarakat agar ke depannya mereka bisa mengubah kebiasaannya.

“Sehingga mereka bisa ke depannya adalah mengubah, sehingga mereka tidak membakar hutan lagi atau berubah cara tanamnya supaya tidak yang kering lagi. Jadi mengubah supaya modelnya mungkin yang lebih bagus lagi, sehingga tidak mudah kebakar,” ungkap dia. (ANT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>