Bawaslu dan KPU Beda TPS Pemungutan Suara Ulang

By on June 30, 2018
tinta pemilu kpu

KANALNEWS.co, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan sebanyak 110 TPS untuk dilakukan pemungutan suara ulang dari hasil evaluasi pelaksaan pemungutan suara di 8.300 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Jadi dasar pemungutan suara ulang bisa karena masalah keamanan seperti di Nduga di Papua, dan banjir di wilayah Sumatera karena sungai meluap,” kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di Jakarta.

Bawaslu juga menemukan persoalan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), seperti di Sulawesi Tengah sebanyak 35 TPS, sedangkan di NTT hampir 22 TPS dilakukan pemungutan suara ulang. Pemungutan suara ulang berdasarkan Pasal 59 Ayat 2 PKPU Nomor 8 Tahun 2018 apabila pembukaan kotak suara tidak dilakukan sesuai prosedur.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengatakan hanya ada 69 TPS yang akan dilakukan pemungutan suara ulang. Arief mengatakan menurut undang-undang  jika ada satu orang pemilih menggunakan haknya lebih dari satu kali maka akan dilakukan pemungutan suara ulang.

“Terus ada pemilih yang tidak terdaftar di tempat itu tiba-tiba ketahuan dia sudah menggunakan hak pilih, nah itu diulang. Jadi ada beberapa hal yang kalau itu terjadi maka akan diulang,” jelasnya.

Mekipun dilakukan pemungutan suara atau pencoblosan ulang, hal tersebut tidak akan berpengaruh signifikan dari hasil suara yang ada saat ini. Pasalnya suara yang masuk akan berpengaruh kecil terhadap perolehan suara yang telah masuk.

“Sangat kecil sekali. Satu TPS itu kan maksimal 600 pemilih, rata-rata di setiap TPS  450, ya paling banyak 500. Kalau di satu kota hanya 1 TPS ya berarti maksimal itu rata-rata sekitar 450 pemilih,” katanya. (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>