Bawaslu Catat Pelanggaran ASN dalam Pilkada Terjadi di Dua Provinsi ini

By on April 8, 2018
pns

KANALNEWS.co, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat aparatur sipil negara (ASN) paling banyak melakukan pelanggaran kampanye pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh ASN dilakukan mulai dari camat, lurah, PNS di dinas-dinas, sekretaris daerah, dosen hingga guru besar di perguruan tinggi.

Keterlibatan ASN tertinggi yang di catat Bawaslu terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh ASN adalah hadir dalam kampanye pasangan calon (paslon) kepala daerah dan juga berperan aktif dalam kampanye-kampanya paslon.

“Pelanggaran ASN terkait ketidaknetralan ASN adalah terlibat dalam berbagai kampanye dan paling tinggi ada di Sultra, kemudian di Sulsel,” kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/4).

Dari hasil itu, temuan ini pihaknya telah mencatat sebanyak ratusan kasus, baik di Sultra dan Sulsel. Dalam catatan pengawasan Bawaslu, sudah lebih dari 50 kasus keterlibatan ASN yang direkomendasikan untuk diberi sanksi oleh badan pembina kepegawaian daerah. Sementara itu, kasus pelanggaran tertinggi kedua selama kampanye adalah pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang tidak sesuai aturan.

“Untuk pelanggaran ini, Bawaslu sudah memberikan sanksi untuk sejumlah kasus, misalnya sanksi pidana penjara selama 36 bulan kepada tim salah satu paslon di NTT,” tegasnya. (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>