Asrorun Niam Sholeh: Generasi Milenial Memiliki Jiwa Membangun

By on December 4, 2018
niam1

KANALNEWS.co, Jakarta – Milenial Indonesia dalam segmen khusus usia 16 hingga 30 tahun jumlahnya mencapai 62 juta, atau 55 persen dari total pemilih muda Indonesia pada Pilpres 2019, jumlah ini betapa strategisnya dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.

Hal itu diutarakan Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh, dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Milenial Indonesia Melek Politik, di Theater Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

“Kalau dilihat dari data itu betapa strategisnya kelompok milenial ini dalam menentukan arah pembangun bangsa ke depan. Namun, ketika bicara strategis kita tidak hanya bicara politik elektoral semata. Artinya,  tidak hanya sekadar berbicara kamu  memilih siapa, atau capres mana, akan tetapi kita bicara terkait politik kebangsaan secara umum yang, dibawahnya ada tangggung jawab tentunya,” kata Asrorun Niam Sholeh.

Seminar sehari dengan tema “Menjadi Pemuda Pemilih Cerdas dan Berpartisipasi Membangun Suasana Kondusif Pemilu 2019″ yang dikuti oleh kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, mengahdirkan pembicara Adi Prayitno dengan makalah Generasi Milenial dalam Angka dan Politik Indonesia, Juri Ardiantoro membawa materi Menangkal Hoax, Menjadi Pemilih Cerdas, dan Hasanuddin Ali Alvara dengan makalah Peran Pemuda dalam Membangun Suasana Kondusif Pemilu 2019.

Asrorun Niam Sholeh menambahkan, kaum milenial memiliki jiwa membangun bangsa. Kaum muda juga disebut mempunyai karakter untuk perbaikan tanpa beban sosial. Menurutnya, Indonesia memiliki sejarah pemimpin muda diantaranya Hos Tjokroaminoto, Soekarno, Moh Hatta, Sutan Syahrir, Soetomo, KH Wahid Hasyim, Jenderal Sudirman hingga Bung Tomo.

“Bangsa kita dibangun oleh kaum muda. Bung Karno, misalnya, usia 25 tahun sudah mendirikan partai PNI. Kepemimpinan muda Indonesia dahulu itu dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan partisipasi kaum muda milenial untuk secara optimal menentukan arah pembangunan Indonesia untuk lebih baik. Anak muda rata-rata memiliki kejujuran dan komitmen membangun yang tinggi,” kata Niam.

Sementara itu, Hasanuddin Ali Alvara mengatakan, pemilih muda adalah jumlah yang terbesar pada Pilpres 2019, yang jumlah mencapai 85,4 juta jiwa dengan karakteristik yang berbeda. “Generasi milenial menariknya mereka memiliki karakterisitik yang berbeda, ini yang harus dipahami,” katanya.

Diharapkan, setelah mengikuti semniar ini para peserta telah memiliki bekal untuk menjadi pemilih muda milenial yang cerdas serta  ikut berpartisipasi positif pada Pilpres 2019 mendatang. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>