KANALNEWS.co, Jakarta – Upaya damai dan hidup rukun yang dakukan oleh warga Negeri Hualoy dan Tomalehu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) rupanya tidak mendapat respon yang baik dari pihak warga Negeri Latu.

Padahal sebagai masyarakat muslim yang sadar akan kehidupan bersaudara, sudah sepantasnya konflik yang telah terjadi antara tiga negeri bertetangga yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini segera dituntaskan.

Niat baik ini diwujudkan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah Negeri Hualoy dan Tomalehu untuk melakukan kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) agar segera memediasi 3 negeri untuk berdamai.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Badan Pengurus Himpunan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (HIPPMAH) untuk melakukan audiensi dengan Kepolisian Daerah Maluku, di Ambon pada hari Senin (23/3/2020) di Polda Maluku.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Kapolda Maluku, Intelkam Polda, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Dir Krimum, Dir Intelkam serta unsur pimpinan lainnya, perwakilan BP-HIPPMAH hadir dengan membawa tiga harapan besar bahwa orang Hualoy dan Tomalehu tidak mau lagi berkonflik, meminta penegakan hukum segera dituntaskan, serta meminta. Kapolda untuk segera memediasi 3 negeri untuk berdamai.

Harapan ini kemudian direspon baik oleh Kapolda Maluku, Irjen.Pol.Baharudin Djafar dan berjanji dalam waktu dekat akan segera merealisasikan mediasi tiga negeri.

Ironisnya, tiga hari setelah audiensi dengan Kapolda Maluku, tepat pada hari ini Kamis (26/3/2020) kondisi  di perbatasan ketiga Negeri kembali memanas. Ini terjadi pasca penarikan tentara BKO Satgas 136 Tuasakti dari perbatasan Negeri Hualoy-Tomalehu dan Latu pada Hari Selasa (24/3/2020) lalu.

Ketua Umum HIPPMAH, Muslim Azhari Saleh mengutuk keras dan menyesali kondisi yang terjadi di tiga Negeri yang kembali memanas. “Sebagai umat beragama, tentunya kita harus menyadari tindakan yang dilakukan. Apalagi kita tengah mempersiapkan diri  untuk mrnyambut bulan Suci Ramdhan. Tentunya kita berharap tidak ada lagi koonflik di tiga Negeri dan secepatnya damai,” kata Muslim dalam pesan tertulisnya yang diterima Kanalnews.com di Jakarta, Kamis.

“Saya juga menghimbau kepada Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy dan juga saudaraku semua dari Tomalehu yang berada di perantauan khususnya di Kota Ambon agar tidak mudah terprovokasi dengan kejadian yang terjadi saat ini,” pungkasnya.(mul)