KANALNEWS.Co., Manila – Seorang jurnalis Filipina, Virgilio Maganes, tewas ditembak di muka rumahnya, Selasa (10/10/2020), empat tahun setelah ia selamat dalam percobaan pembunuhan pertama.

Jurnalis radio DWPR ini tewas setelah ditembak enam kali di depan rumahnya di Provinsi Pangasinan. Ia langsung tewas dan polisi tengah mengejar pengendara motor yang diduga melakukan penembakan tersebut.

Maganes, 62, merupakan jurnalis ke 18 yang tewas sejak Presiden saat ini, Rogerio Duterte mengambil kekuasaan pada 2016.

Uni nasional jurnalis Filipina (NUJP) mengutuk pembunuhan tersebut. “Kematiannya merupakan bukti bahwa janji pemerintah untuk kekebasan pers di negara ini adalah bohong,” demikina pernyataan NUJP.

NUJP juga menambahkan bahwa ini percobaan pembunuhan kedua yang dialami Maganes. Ia sempat lolos dari kematian pada percobaan pembunuhan 2016 dengan berpura-pura tewas.

Sejak pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte mencanangkan perang terhadap peredaran obat bius di Filipina, banyak terjadi pembunuhan, termasuk terhadap jurnalis. Negeri ini bahkan disebut sebagai satu negara paling berbahaya buat jurnalis, karena pelaku pembunuhan terhadap jurnalis banyak yang lolos dari jerat hukum.

Komisi perlindungan Jurnalis yang berbasis di New York bulan lalu menempatkn Filipina sebagai negera dengan risiko tertinggi ketujuh di dunia. Tidak berubah sejak 2008. (AFP/Tjahjo)