KANALNEWS.CO., Paris – Abdullah Anzorov, pelaku pembunuhan seorang guru sejarah di Perancis diketahui memiliki hubungan dengan para pejuang kelompok Islam di Suriah.

Pembunuhan  yang terjadi Jumat pekan lalu karena ia dianggap bersalah karena memperlihatrkan kartun Nabi MUhammad kepada murid-muridnya. Anzorov menusuk guru berusia 47 tahun tersebut sebelum kemudian memenggalnya, saat Paty dalam perjalanan pulang.Paty

Rabu lalu, pemerintah Perancis menganugerahkan penghargaan tertinggi,”Legion d’honneur,” kepada Paty. Presiden Emmanuel Macron menyebut Pary sebagai pahlawan diam-diam yang berjuang untuk kebebasan.

Media massa Perancis, Le Parisien melakukan percakapan bnahasa Rusia bersama seseorang di Suriah. Pelacakan yang dilakukan polisi menunjukkan perceakapan dilakukan dengan seseorang di Suriah sebalah barat laut.

Sementara stasiun televisi FranceInfoTV menyebut Anzorov, 18, tiba di Perancis bersama orangtuanya dari etnis Chechen saat masih berusia 6 tahun. Ia menerima ijin tinggal di Perancis hingga 2030. Ia disebut mulai berhubungan dengan kelompok di Suriah melalui Instagram mulai September.

Melalui pesannya, Anzorov menyebut telah melakukan pembalasan kepada Paty yang disebutnya menghina Nabi Muhammad. Anzorov juga meminta doa agar ia dianggap mati syahid.

Anzorov sendiri telah ditembak mati beberapa saat setelah peristiwa pembunuhan. Polisi juga menahan 6 orang, Rabu (20/10/2020) termasuk dua murid berusia 14 dan 15 tahun. Mereka menerima uang sekitar 300 euro dari Anzorov untuk menunjukkan figur Paty sepulang sekolah.

Dua rekan Anzorov yang berusia 18 dan 19 tahun juga ditahan polisi karena dipersalahkan mengantarnya ke sekolah yang terletak di Conflans-Sainte-Honorine dan membantu Anzorov membeli senjata.

Polisi juga menahan Brahim C., ayah seorang murid Paty. Ia dianggap menyebarkan kasus ini melalui akun medsos miliknya. Sementara seorang tokoh Islam di Perancis, Abdelhakim Sefrioui juga dianggap menyebar berita berbahaya melalui Facebook dan YouTube. (Guardian/Tjahjo)