KANALNEWS.co, Makkah – Kementerian Agama (Kemenag) menanggapi soal insiden padamnya arus listrik selama beberapa jam di tenda-tenda jamaah, bertepatan dengan hujan turun yang dialami jamaah haji asal Indonesia saat sedang wukuf di Padang Arafah pada Sabtu (10/8) lalu.

“Ini (pemadaman listrik) untuk keselamaatan jamaah. Jangan sampai ada genangan air nanti membahayakan jamaah haji,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis di Makkah, Senin (12/8/2019)

Sri mengatakan, pemadaman listrik adalah cara yang mesti ditempuh pihak operator saat hujan turun. Hal itu merupakan ketentuan dari instansi yang berwenang, semisal pemadam kebakaran atau Bifa Madani. Pemadaman tidak dilakukan dari pihak Muassasah atau penyelenggara haji di Arab Saudi (Maktab), melainkan instansi yang berwenang tersebut.

“Aturan ini berlaku di seluruh tenda-tenda dari berbagai negara tidak hanya Indonesia. Di Arab Saudi memang begitu. Pemerintahnya sangat peduli dengan jamaah haji,” kata Sri.

Hujan mengguyur padang Arafah saat waktu wukuf, Sabtu (10/8) siang. Hujan terjadi pada pukul 14.50 waktu Arab Saudi (WAS). Atau, dua jam setelah pelaksanaan khutbah wukuf. Saat hujan turun, listrik di tenda-tenda dipadamkan. Lama pemadaman mencapai dua jam lebih. Listrik baru dihidupkan setelah hujan benar-benar berhenti. (ANT)