KANALNEWS.Co., Washington – Dua tersangka militan anggota ISIS yang dikenal dengan julukan “the Beatles” akan menghadapi persidangan di Amerika Serikat atas keterlibatan mereka dalam eksekusi pemenggalan sandera AS di Siria beberapa tahun lalu.

Menurut jurubicara DEpartemen Kehakiman AS, kedua tersangka, Alexanda Kotey dan El Shafi Elsheikh tiba di AS pada Rabu (07/10/20202}. Sebelumnya mereka menjalani penahanan oleh pihak militer AS sejak ditangkap pada 2019. Kotey dan Elsheikh besar dan merupakan warganegara Inggris, sebelum pemerintah mencabut paspor mereka.

Kedua orang ini merupakan bagian dari bagian kecil dari ISIS yang dikenal dengan sebutan “Beatle” karena aksen Inggris mereka yang kental. Kelompok ini disebut-sebut telah menahan dan membunuh beberapa sandera warga asing di Siria, termasuk jurnalis AS, James Foley dan Steven Sotloff. Mereka juga disebut terlibat pada kematian petugas kemanusiaan Kayla Mueller dan Peter Kassig.

“Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras selama bertahun-tahun untuk mencari keadilan bagi warganegara AS yang dibunuh oleh ISIS. Meskipun kami gagal membawa para sandera pulang, kami tetap mencari keadilan buat mereka, keluarga dan seluruh warganegara Amerika,” kata Jaksa Agung William P. Barr dalam pernyataan tertulis.

Kedua tersangka selama ini menjalani penahanan oleh pihak milter AS di Irak selama sekitar satu tahun dan saat ini sudah dalam pengawasan FBI.

Dalam konferensi pers, wakil Jaksa Agung urusan keamanan nasional John Demers menyebut pihak militer AS juga telah melakukan tidnakan terhadap pimpinan ISIS, Mohamed Emwazi yang dikenal dengan julukan Jihadi John. “Pihak militer AS beberapa tahun lalu telah sukses membunuhnya melalui serangan udara,” kata Demers.

Direktur FBI, Christopher Wray mengatakan pihak ISIS tetap melakukan usaha radikalisasi di seluruh dunia. “Tujuan mereka adalah memotivasi orang untuk melancarkan serangan terhadap kepentingan barat di mana pun,” ungkap Wray.

Pihak keluarga korban menyambut baik berita akan diadilinya para tersangka. “James (Foley), Peter (Kassig), Kayla (Mueller) dan Steven (Sotloff) diculik, disiksa, dipukuli, dan dibunuh oleh anggota ISIS di Siria,” demikian pernyataan bersama keluarga korban. “Sekarang kami dapat menuntut keadilan buat anak-anak kami di pengadilan AS.”

Kotey dan Elsheikh akan menjalani persidangan di Alexandria, Virginia dan jika terbukti bersalah meraka dapat dijatuhi hukuman seumur hidup. (Reuters/tjahjo)