KANALNEWS.Co., Washington – Dengan kemenangan Joe Biden sebagai Presiden AS ke 46, Donald Trump tercatat sebagai satu dari sedikit calon petahana yang gagal kembali memerintah.

Sejak Perang Dunia II 1945, hanya dua petahana Presiden AS yang kalah dalam pemilihan, yaitu Jimmy Carter dan George H.W. Bush.

“Sebenarnya memang sangat sulit calon petahana dapat kalah. Mereka memiliki banyak keuntungan,” kata sejarawan dari George Washington University, Matt Dallek. “Mereka memiliki banyak keuntungan fasilitas Gedung Putih seperti kekeuassan eksekutif, kantor dan juga Air Force One. Mereka menguasi semua simblo kekuasaan di negara ini.”

Kekalahan ini juga menjadikan Trump menjadi presiden pertama yang tak mampu meraih angka 50 persen dalam polling Gallup, hal ini berkaitan dengan pemerintahannya selama empat tahun. Kampanyenya pun terganjal dengan penanganan pandemi Covid-19, retorika yang buruk serta banyak skandal yang dikaitkan dengan dirinya.

Hal berbeda yang dihadapi George H.W. Bush yang menuai dukungan sebanyak 90 persen dalam Gallup Poll setelah ia berhasil dalam krisis Perang Teluk pada 1991.

Menurut Dallek, kekurangan Bush pada 1993 -juga Carter pada 1976- adalah gagal menyatukan kekuatan pada Partai Republik untuk bersama mendukung mereka.

Sementara Trump sendiri mendapat dukungan penuh dari Partai Republik dan dukungan ini bukan tak mungkin membuka peluang buat Trump untuk mengajukan diri kembali sebagai calon Presiden AS pada 2024 mendatang.

Sepanjang sejarah AS, hal ini pernah dilakukan senator dari Partai Demokrat, Grover Cleveland. Ia terpilih sebagai Presiden AS ke 24 pada 1892, empat tahun setelah ia kalah. Cleveland juga menjabat sebagai Presiden AS ke 2 antara 1884-1888. (AFP/Tjahjo)