Jakarta – Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE), Eddy Iskandar memberikan tips mengenai kebijakan ‘new normal’ dalam masa pandemi Covid-19. Menurutnya kepanikan yang berlebihan justru menjadi pemicu orang mudah terpapar virus corona

“Kepanikan dan ketakutan seseorang terhadap virus Corona, berpotensi mengganggu imunitas tubuh karena kondisi panik menyebabkan hormon stress yaitu cortisol yang aktif yang membuat imun tubuh lemah. Kepanikan dan ketakutan berpotensi menimbulkan emosi tidak stabil,” kata Eddy dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020)

Pakar otomatisasi itu, memberikan tips sederhana untuk memperkuat imunitas tubuh dengan menggunakan Emotional Freedom Techniques.

“Lakukan tapping dengan ketuk secara ringan dengan 2 ujung jari tangan pada titik-titik Thymus Thumb yang dapat membantu menetralkan energi negatif, menyelaraskan energi, mendukung penyembuhan dan kesehatan prima serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mulailah dengan doa sesuai kepercayaan anda dengan tapping setiap titik diketuk sebanyak 7 atau 8 kali secara sekuen mulai dari titik di bawah mata berkahir di titik bawah dada, dengan beberapa siklus sambil mengatakan masalah yang dikhawatirkan misalnya takut terjangkit virus corona atau lainnya,” tuturnya.

Eddypun mengimbau masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, memperbaiki pola makan dengan nutrisi yang baik serta pola pikir positif.

”Saya memilih untuk tetap tenang dan percaya bahwa sistem imun tubuh saya kuat untuk menghadapi aneka penyakit termasuk virus corona. Konsumsi makanan sehat dan jangan lupa berdoa minta perlindungan dan kekuatan kepada Allah SWT. Lakukan langkah-langkah tersebut berulang kali minimal 3 siklus sampai merasa nyaman,” katanya.

Lebih lanjut Chaiman International Community for EFT Practitioner menekankan bahwa
“Jangan takut walau virus Corona belum ada obatnya. Takut, cemas dan panik yang justru akan membuat imunitas tubuh menurun dan memungkinkan penyakit akan mudah terjangkit ditubuh,” lanjut Eddy.

Dengan terapi ini, warga masyarakat dipastikan memiliki self defence untuk menghadapi dan menjalani kehidupan new normal ditengah pandemi covid-19.

“Melihat situasi khususnya cara pemerintah menangani pandemi ini, Insya Allah ini menjadi salah satu alternatif bagi rakyat Indonesia sebagai self defence saat menjalani kehidupan new normal bersama ditengah pandemi virus corona” pungkas Eddy.