Kanalnews.co, Depok – Bulan April Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Depok telah melayangkan surat Mosi tidak percaya kepada Walikota Depok.

Dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok Achmad Solechan, upaya tersebut
dilakukan berdasarkan kajian tim soal isu penanganan covid-19 Pemkot dinilai tidak efektif. Hal serupa beberapa waktu lalu Pemkot kedatangan Mendagri ke Depok yang melakukan evaluasi atas kondisi perkembangan penanganan COVID – 19 di Kota Depok.

“Kami lakukan karena kepedulian dan harapan agar penanganan COVID-19 di Depok ini menjadi lebih baik,”ujar Ustadz Sholechan Ketua Tanfidziyah PCNU Depok, Jum’at, 15 Mei 2020.

Solechan menyayangkan atas diamnya Pemkot Depok terhadap surat yang telah dilayangkan. Kendati demikian NU Depok berharap kedepan ada perbaikan dalam penanganan COVID-19 di Kota Depok.

“Kalau tidak ada tanggapan serius dari Pemkot Depok, itu urusan mereka. Yang jelas NU Depok secara kelembagaan sudah berusaha mengingatkan dan akan tetap mengabdi kepada masyarakat khususnya membantu terdampak COVID-19,”paparnya.

Untuk diketahui, Mosi Tidak Percaya dilayangkan LPBH NU kepada Wali Kota Depok Mohammad Idris tertanggal 28 April 2020. Ada tiga hal yang dievaluasi dari cara kerja. Pertama, terkait dengan tidak berpihak dan tiada pembelaannya pada pekerja yang kena PHK. Kedua, Wali Kota membiarkan atau tidak menindak oknum yang melakukan penyunatan pada bansos. Hal itu sangat melukai rasa kemanusian di tengah pandemi. Ketiga, di tengah banyaknya warga terdampak ekonomi Idris justru menampilkan aksi melukai rasa keadilan dengan memberikan paket bantuan kepada para ASN Kota Depok. Hal ini adalah bentuk pengelolaan pemerintahan yang jauh dari rasa keadilan.