KANALNEWS.CO., Tokyo – Olimpiade musim panas Tokyo 2020 akhirnya dipastikan ditunda hingga 2021, mengakhiri spekulasi tentang nasib pesta olahraga empat taunan ini di tengah pandemi virus Covid-19 yang melanda dunia.

Komite Olimpik Internasional (IOC) mengambil keputusan drastis ini setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan panitia pelaksana. IOC mneyebut Olimpiade Tokyo akan dilansungkan sebelum musim panas 2021, namun tetap akan disebut sebagai OLimpiade Tokyo 2020.

“Berdasarkan situasi saat ini serta informasi terkini dari WHO, Ketua IOC serta Perdana Menteri Jepang sampai pada kesimpulan bahwa Olimpiade ke 32 di Tokyo akan diadakan setelah 2020, namun sebelum musim panas 2021. Ini untuk menjamin kesehatan atlet, mereka yang terlibat dalam pelaksanaan Olimpiade, serta komunitas internasional,” demikian pernyataan tertulis IOC.

Sebelum keluarnya pengumuman resmi IOC ini, PM Jepang, Shinzo Abe mengatakan Ketua IOC, Thomas Bach telah menyetujui rencana penundaan satu tahun yang diajukan pemerintah Jepang. “Presiden Bach telah setuju sepenuhnya dan kami sepakat untuk menunda pelaksanaan Olimpiade Tokyo serta Paralimpik hingga setidaknya pada musim panas 2021,” kata Abe.

Pada Minggu (22/03/2020), Thomas Bach menyebut rencana penundaan pelaksanaan Olimpiade Tokyo akan diumumkan dalam empat pekan mendatang. Tetapi desakan penundaan yang makin menguat dari seluruh dunia, memaksa IOC untuk mengambil keputusan lebih cepat. Sedianya Olimpiade Tokyo akan dibuka pada 24 Juli mendatang.

Keputusan ini muncul hanya beberapa jam setelah panitia pelaksana lokal menyebut acara arak-arakan obor olimpiade akan dimulai sesuai rencana pada Kamis mendatang. Arakan akan diawali di perfektur Fukushima namun tanpa obor mau pun penonton. “Saat ini api olimpiade akan disimpan dan dipamerkan di Fukushima,” kata ketua panitia pelaksana, Yoshio Mori.

Ini merupakan kali pertama pembatalan Olimpiade sejak Olimpiade modern di Athens pada 1896. Sebelumnya, Olimpiade sempat tak dilangsungkan dua kali yaitu pada 1940 dan 1944 karena perang dunia II. (AFP/Tjahjo)