KANALNEWS.co, Jakarta – Badan Pengurus Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (BP HIPPMAH), Senin (23/3) menemui Kapolda Maluku Irjen.Pol.Baharudin Djafar, guna meminta agar persoalan konflik berkepanjangan di tiga negeri di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) segera diselesaikan.

Pertemuan yang digelar di ruangan Kapolda Maluku itu dihadiri Dir Intelkam Polda Maluku, Dir Krimum Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease serta Kasat Reskrim Polresta.

Ketua Umum HIPPMAH, Muslim Azhari Saleh mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan beberapa poin tuntutan kepada Kapolda Maluku untuk segera ditindaklanjuti.

“Tuntutan yang kami serahkan tentunya tidak jauh berbeda dari keinginan masyarakat Hualoy dan Tomalehu yang sampai hari ini merasa kurang adanya kehadiran negara dalam hal ini kepolisian untuk menyelesaikan masalah konflik di 3 negeri itu,” katanya saat dihubungi Kanalnews.com dari Jakarta, Senin (23/3) kemarin.

Menurut Muslim, saat pertemuan tersebut pihaknya juga menceritakan kronologis kejadian kriminal pada 3 Januari 2019 yang sampai saat ini belum juga menemui kejelasan hukum. “Selain itu, sebagian besar pelaku penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya almarhum Syamsul Lussy di hutan Desa Latu Mei 2019 hingga saat ini juga masih berkeliaran kendati sudah ditetapkan sebagai DPO,”  tegasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa dalam pertemuan tersebut HIPPMAH menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya mendesak Polda Maluku untuk mengambil alih lasus Latu, Hualoy dan Tomalehu, mendesak Polda Maluku untuk secepatnya menangkap para pelaku pembacokan saudara Haldun Esomar. “Kami juga mendesak Polda Maluku untuk segera melakukan penangkapan terhadap DPO pembunuhan almarhum Syamsul Lussy yang saat ini masih bebas berkeliaran,” tukas Muslim.

Tuntutan lainnya, kata Muslim, adalah meminta Polda Maluku untuk mengevaluasi kinerja Polresta Pulau Ambon & P.Pulau Lease  serta Polres SBB. Kemudian mendesak Polda Maluku Upuntuk memecat Awaludin Mussa (Babinkantibnas) Latu, yang ikut terlibat dalam pembunuhan almarhum Syamsul Lussy.

“HIPPMAH juga mendesak Polda Maluku untuk mengusut para provokator lonflik Latu, Hualoy dan Tomalehu, serta meminta keadilan hukum atas masalah Latu-Hualoy-Tomalehu ini,” ujar Muslim.

“Kami optimis, jika poin-poin tuntutan yang kami ajukan ini direspon oleh Polda Maluku, maka proses perdamaian di tiga negeri  bertetangga ini bisa segera terealisasi atas dasar kedialan hukum, ” pungkasnya.(mul)