Sri Mulyani Akui Kenaikan ICP Dorong Penerimaan Negara

By on January 9, 2018
minyak bor

KANALNEWS.co. Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui jika kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dari asumsi yang tercantum dalam APBN 2018 sebesar 48 dolar AS per barel bisa memberikan tambahan penerimaan yang signifikan.

“Kalau (kenaikan minyak) 1 dolar, kita bisa dapat Rp1,1 triliun, itu netonya,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (8/1/2018)

Menurut Sri, Kenaikan ICP minyak itu didukung oleh rata-rata harga minyak dunia yang saat ini berada pada kisaran 50 dolar AS. Dengan demikian, Pemerintah bisa mendapatkan penerimaan Rp2,2 triliun. Kenaikan ICP minyak itu tidak menimbulkan masalah keberlangsungan fiskal kepada APBN secara keseluruhan, termasuk pada neraca milik Pertamina

Selain itu, kenaikan harga komoditas minyak saat ini, menurut dia, masih memberikan peluang kepada Pertamina untuk melakukan aktivitas belanja. Meski demikian, belanja yang dilakukan oleh Pertamina tersebut terbatas pada belanja rutin, bukan belanja modal yang dibutuhkan untuk mendorong investasi.

“Kalau hanya current spending ini masih manageable. Akan tetapi, kalau capital spending, mereka butuh dukungan lebih,” katanya.

Sebelumnya, realisasi harga ICP minyak mentah Indonesia sepanjang 2017 tercatat rata-rata sebesar 51,2 dolar AS per barel, atau meningkat dari asumsi 48 dolar AS per barel di APBNP.

Kenaikan harga minyak itu memberikan tambahan penerimaan di PPh migas maupun PNBP sumber daya alam dari sektor migas, melebihi target yang dibebankan. (WAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>