SP PLN Kecam Keras Pemerintah Naikan Harga Batu Bara untuk Pembangkit Listrik

By on February 7, 2018
jum

KANALNREW.co, Jakarta – SP PLN dan BEM FT UI menyeru pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga batu bara serta tidak memasukkan harga batu bara acuan (HBA) ke dalam komponen penentu tarif dasar listrik ke depan.

Menaikan harga batu bara akan mempengaruhi perubahan tarif dasar listrik naik yang dapat menyengsarakan rakyat. Oleh karena itu SP PLN dan BEM FT UI mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membatalkan kenaikan harga batu bara dan tidak memasukkan HBA dalam komponen penentu tarif dasar listrik.

“Kita atas nama rakyat minta kepada pemerintah untuk segera membatalkan kenaikan harga batu bara, karena hal ini akan menyengsarakan rakyat. Akibat dari lonjakan harga baru bara ini memicu perubahan tarif dasar listrik (naik) makin menjepit rakyat banyak,” kata Ketua Umum SP PLN (Persero) Jumadis Abda di Plaza Tertutup PLN Kantor Pusat, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, kenaikan harga batu bara berkisar 30 – 40 persen, kemudian dengan tingginya harga batu bara pemerintah memasukkan HBA dalam komponen penentu tarif dasar listrik yang, secara otomatis memicu naiknya tarif dasas listrik ke depan.

“Harga batu bara naik sekitar US$100 per ton. Sedang Kementerian ESDM akan memasukkan HBA  ke dalam  harga pokok produksi (HPP) listrik yang berimplikasi pada kenaikan tarif listrik. Hal ini yang kita khawatirkan,” kata Jumadis Abda.

SP PLN Protes keras kenaikan hara batu bara untuk kebutuhan pembangkit PLN

Kenaikan tarif listrik ini bila perlu ditiadakan. “Oleh karena itu SP PLN menolak jika sampai tarif listrik naik.Sebab, dampaknya sangat memberatkan ekonomi rakyat,” kata Jumadis.

SP PLN minta pemerintah bisa mengendalikan harga batubara di dalam negeri yang porsinya hanya 20% dari produksi nasional.

“Batubara untuk PLN sekitar  50 juta ton per tahun harus dijual dengan harga dalam negeri, jangan mengukuti harga internasional,” tandas Jumadis.

Jumadis menjelaskan, dari 400 juta ton produksi batubara nasional, 80% diantaranya diekspor dan dengan ini sebenarnya produsen sudah untung. Konsumsi batubara nasional hanya 20% khusus PLN hanya 50 juta  ton setahun.

Dengan tegas, SP PLN dan BEM UI, minta pemerintah untuk berpihak pada rakyat akan tetapi bukan pada kepentingan pengusaha batu bara.“Kita minta pemerintah berpihaklah pada rakyat banyak.Evaluasi dan kendalikan harga batu bara  dalam negeri dan jangan naikkan tarif listrik,” pungkas Jumadis Abda. (mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>