KANALNEWS.co, Jakarta – Faktor eksternal yang berimplikasi terhadap kinerja hulu migas Indonesia antara lain  masih rendahnya harga minyak dunia serta revisi UU No 22 Tahun 2001 setiap tahun masuk Prolegnas akan tetapi tidak pernah selesai pembahasaanya, bahkan sekarang telah melewati tiga periode pemerintahan juga tidak pernah selesai.

Menanggapi hal tersebut diatas, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, optimis bahwa  faktor-faktor tersebut diatas tidak akan terlalu mempengaruhi terhadap capaian lifting migas ke depan.

Proses revisi UU Migas, kata Dwi Soetjipto,  yang kini tengah dibahas secara bersama-sama biarkanlah hingga tuntas. Revisi UU No.22/201, diyakain bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan yang lebih baik lagi.

“Pertama,  kalau saya melihatnya begini:  kita harus optimis dan tidak boleh menunggu. Kalau kita hanya menunggu dan  kita tidak mau bermimpi, saya kira perjalanan kita belum sampai di sini. Artinya, mulai dari saat ini optimisme harus dibangun,” kata Dwi Soetjipto ketika menjawab pertanyaan kanalnews.co saat Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas Caturwulan I  di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Dijelaskan, realisasi lifting migas hingga April 2019 mencapai 1,8 miliarbarel setara minyak per hari dengan rincian lifting minyak 750 ribubarel per hari (bopd) danlifting gas 5.909 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Jumlah ini mencapai 89 persendari target AnggaranPendapatandanBelanja Negara (APBN) sebesar 2 miliarbopd.

Lifting migas diproyeksikan dapat meningkat mengingat adanya 11 proyek utama yang akan mulai berproduksi (onstream) di tahun 2019. “Dengan tambahan produksi mencapai 13.587 bopd dan 1.172 MMscfd, kami optimis pada akhir tahun target lifting dapat tercapai,“katanya.

Dia menjelaskan, satu proyek yang sudah onstream di tahun 2019 adalah Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2dengan Kontraktor Kontrak KerjaSama (KKKS) Kangean Energy Indonesia dengan estimasi produksi sebesar 120 MMscfd dan investasi sebesar US$ 214 juta.Terdapat lima proyek dengan aktualisasi di atas 60 persen yang diharapkan dapat onstream di semester satudan lima proyeklainnya yang akan onstream di semester dua tahun 2019.

Sementera itu, investasi hulu migas hingga bulan April sebesar US$ 3,17 miliar. Jumlah inimasihdi bawah target tahun 2019 sebesar US$14,79 miliar. Meski demikian, masih ada tambahan investasi dari komitmen kerja pasti (KKP) di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun ini sejumlah US$38,1 juta. Secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP dan komitmen pasti (KP) hingga tahun 2026 adalah sebesar US$2,16 miliar untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

“Khususuntukkegiataneksplorasi, dalam KKP dan KP sudah dialokasikan sebesar US$1,14 miliaruntukmeningkatkanpenemuan eksplorasi,” ujar Dwi.

Dalam upaya peningkatan investasi dan mencari investor baru dalam kegiatan eksplorasi, sejak tahun 2018 SKK Migas mencanangkan “Exploration Roadshow” keenam negara dengan mempromosikan sepuluh area giant field. Tidak hanya itu, SKK Migas gencar mendorong kegiatan eksplorasi yang masif dengan membentuk Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI) pada 30 Aprillalu. Langkah ini merupakan bukti keseriusan SKK Migas untuk mencari potensi giant discovery.

Rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR)hingga April 2019 sekitar
21 persendari target yang ditetapkan 100 persen. Hal itu bukan karena rendahnya kegiatan eksplorasi di awaltahun 2019, tetapi karena banyaknya penemuan dari kegiatan eksplorasi namun belum disahkan dalam plan of development (POD).

Giatnya kegiatan eksplorasi terbukti sejaktahun 2018 hingga 2019, sebanyak 16 sumur eksplorasi telah dibor dengan estimasi total investasi sebesar US$ 170 juta. Apabila melihat penemuan eksplorasi di tahun 2019, sampai dengan April 2019 terdapat lima sumur eksplorasi yang berhasil menemukan hidrokarbon, yaitusumur Pauman-1, Benewangi-J1X, Randuwangi-1, MSBY-03, dan KBD-2X.

Penemuan-penemuan baru ini tentunya akan menyokong lifting migas di masa yang akandatang.(Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here